Beranda News Fatan: Pembebasan pajak penghasilan adalah bukti bahwa pemerintah mendengarkan aspirasi rakyat.

Fatan: Pembebasan pajak penghasilan adalah bukti bahwa pemerintah mendengarkan aspirasi rakyat.

Jakarta (ANTARA) – Fatan Subchi menilai pembebasan pajak penghasilan (PPh) perorangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan pendapatan di bawah Rp 500 juta per tahun menjadi bukti bahwa pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat. .

“Ini adalah keputusan yang tepat di saat masyarakat berusaha menghadapi dampak pandemi,” kata Fatan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Wakil Ketua Komisi XI ini berharap dengan adanya regulasi baru ini, industri UMKM akan tumbuh dan berkembang pesat.

Aturan pembebasan PPh bagi UMKM perseorangan tertuang dalam Pasal 7, Pasal 3, Pasal III Pajak Penghasilan Undang-Undang Harmonisasi Pajak (HPP) yang disahkan dalam rapat paripurna, Kamis (7/10).

“Kami dari Fraksi PKB sudah melihat prosesnya dari awal. Bahkan pada saat pengesahan, PKB juga mendukung pengenalan pajak karbon sebagai alat untuk mengurangi emisi karbon di masa depan, ”kata Fatan.

Ia berterima kasih kepada pemerintah yang mendengarkan pandangan PKB tentang PPh untuk UKM.

“Kami menyampaikan aspirasi teman-teman UMKM kami dan memperjuangkannya. Alhamdulillah, perjuangan ini membuahkan hasil,” kata Fatan.

Awalnya, tidak ada ketentuan dalam undang-undang tentang batas pendapatan minimum bagi UMKM. Berdasarkan UU HPP ini, UMKM dengan pendapatan kotor di bawah Rp 500 juta per tahun tidak akan dikenakan tarif final sebesar 0,5 persen.

Menteri Keuangan Shri Mulyani mengilustrasikan kafe dengan pendapatan kotor hanya Rp 35 juta per bulan atau Rp 420 juta per tahun tidak akan dikenakan pajak atas pendapatan final UMKM.

Sedangkan kedai kopi dengan laba kotor Rp 100 juta per bulan atau Rp 1,2 miliar per tahun dikenakan pajak 0,5 persen. Rincian: PTKP pada 5 bulan pertama dan PEP pada periode 6 sd 12 bulan.

Artikel sebelumyaCNBLUE siap kembali pada 20 Oktober tahun depan
Artikel berikutnya"lengkuas", film musikal baru dari sutradara, pemenang Piala Citra