Beranda Hukum Ferdinand Khutahyan minta penangguhan penahanan

Ferdinand Khutahyan minta penangguhan penahanan

Jakarta (ANTARA). Diduga atas tuduhan ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong SARA, Ferdinand Hutahein telah mengajukan penundaan penahanan yang diajukan oleh pengacaranya, Rony Hutahein.

“Hari ini kami mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada Bareskrim melalui penyidik ​​yang diterima sebelumnya pada pukul 16.30 WIB. Kemudian kami serahkan kepada penyidik ​​untuk mempertimbangkan hal-hal yang kami usulkan,” kata Ronnie Hutahane. Bareskrim Polri, Jakarta, Senin.

Roni mengatakan ada beberapa alasan mengapa pihaknya meminta penundaan penahanan, di antaranya Ferdinand sebagai pencari nafkah keluarga. Kemudian untuk alasan kesehatan.

Menurut Roni, Ferdinand terdiagnosis penyakit tersebut sejak 2019 dan sedang menjalani pengobatan rutin.

“Karena penyakit yang dideritanya lebih dari dua tahun, maka kami mengajukan permohonan kepada penyidik ​​Bareskrim dengan permintaan penundaan penahanan,” kata Roni.

Adapun penjamin penangguhan penahanan, Ferdinand Hutahan, Roni mengatakan bahwa ia menjamin lebih dari satu orang, salah satunya adalah orang tua kliennya, dalam hal ini ayahnya.

“Mudah-mudahan nanti (penyidik, red.) bisa menerima penangguhan penahanan,” kata Roni penuh harap.

Selain meminta penangguhan penahanan, Roni mengatakan kliennya juga menulis surat permintaan maaf yang ditujukan kepada masyarakat Indonesia, pemuka agama dan pihak-pihak yang tersinggung atau tersinggung dengan cuitan Ferdinand Hutahein.

“Dia (Ferdinand, red.) sebenarnya tidak ada niat selain untuk menyemangati dirinya sendiri, kira-kira seperti itu,” kata Roni.

Berikut permintaan maaf lengkap Ferdinand Hutahan yang disampaikan dalam surat yang ditulisnya dari Bareskrim Polri:

Mahal.

Seluruh warga negara Indonesia, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh warga negara yang saya cintai, dimanapun mereka berada.
Bismillahir Rahmanir Rahim
Assalamu’alaikum, rahmat dan berkah Allah

Perkenankan saya, Ferdinand Hutahan, pertama-tama dengan rendah hati meminta maaf atas kesalahan saya ketika saya mengatakan secara khusus di tweet saya bahwa saya menyinggung teman, kerabat, dan siapa pun yang merasa tersinggung dan tersinggung dengan kata-kata saya di tweet saya. Saya dengan rendah hati meminta maaf karena saya tidak bermaksud menyinggung atau menyerang pihak mana pun. Sebagai seorang Muslim, saya ingin menegaskan bahwa tidak ada tempat berlindung selain Allah SWT.

Mohon maafkan saya atas kesalahan saya dan bimbing saya untuk menjadi lebih baik dalam agama dan ucapan di masa depan.
Sekali lagi mohon maaf dan doakan saya agar dapat menyelesaikan proses hukum ini dengan baik.
Demikian atas kemurahan hati sahabat, saudara, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan semua pihak saya ucapkan terima kasih

Wassalamualaikum wr.wb

Ferdinand Hutahyan

Seperti diketahui, Ferdinand Hutahan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian yang mengandung SARA dan penyebaran berita bohong pada Senin (10/1).

Mantan politisi Partai Demokrat itu dijerat dengan pasal 14(1) dan (2) KUHP Nomor 1 Tahun 1946, pasal 45 ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) UU ITE dengan ancaman maksimal dari 10 tahun penjara.

Pada Rabu (5/1), Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) melaporkan Ferdinand Hutahayan dalam tweet berisi ujaran kebencian yang mengandung unsur SARA.

Ferdinand dijerat pasal dugaan pelanggaran Pasal 45a ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal ayat (1) dan ayat 2 14 KUHP. Kode.

Nama Ferdinand Hutahan menjadi perbincangan setelah ungkapan kontroversial dugaan penistaan ​​agama diunggah melalui akun Twitternya @FerdinandHaean3 pada 4 Januari 2022.

Setelah diunggah, tagar #TangkapFerdinand menjadi viral di media sosial Twitter. Banyak yang mengkritik tweet Ferdinand Hutahean karena dugaan penistaan.

“Sayang sekali Tuhanmu lemah dan perlu dilindungi. Kalau aku jadi dia, Tuhanku luar biasa, mahakuasa, DIA selalu pelindungku, dan Tuhanku tidak butuh perlindungan,” tulis Ferdinand di akun Twitternya, @Ferdinand Hean3.

Tweet Ferdinand memicu reaksi dari warganet, yang menyebabkan tagar #tangkapFerdinand menjadi viral di Twitter.

Artikel sebelumyaPKC Menyelesaikan Investigasi Dugaan Proyek Jalan di Bengkalis
Artikel berikutnyaKerjasama BPKP-TNI untuk Meningkatkan Akuntabilitas dan Pengelolaan Keuangan