Beranda Nusantara Gempa di Suma Tengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia

Gempa di Suma Tengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia

Hasil analisis mekanisme fokus menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan ke atas.

Jakarta (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tektonik di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) disebabkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia di bawah Pulau Sumba, dengan mempertimbangkan episentrum dan hiposenter gempa …

Gempa tektonik magnitudo 5,2 melanda Sumba pada Rabu pukul 07.38 WIB.

Pusat gempa berada pada 9,54 derajat LS dan 119,71 derajat BT, atau tepatnya di daratan 15 kilometer timur laut kota Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah, NTT, pada kedalaman 69 kilometer.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme dorong,” kata Setiyo Praitno, Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Bambang menjelaskan gempa dirasakan di Bima, Waingapu, Waikabubak, Tambolaka III MMI (getaran terasa di dalam rumah. Getaran terasa seperti truk lewat), Labuan Bajo II MMI (getaran terasa beberapa orang menggantung benda ringan).

Sejauh ini, belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut. “Hasil simulasi menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami,” katanya.

Selain itu, hingga pukul 25.08 WIB, hasil pantauan BMKG tidak menunjukkan adanya gempa susulan.

Bambang mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bisa dibenarkan. Untuk menghindari retak pada bangunan atau rusak akibat gempa.

“Sebelum kembali ke rumah, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa atau tidak ada kerusakan gempa yang mengganggu stabilitas bangunan,” ujarnya.

Artikel sebelumyaKilas Nusantara di antara pagi
Artikel berikutnyaRS Weits Kulon Progo kesulitan mencari tenaga medis