Beranda Trending God Bless Tantangan Awal, Produser Tolak Lempar Batu

God Bless Tantangan Awal, Produser Tolak Lempar Batu

Jakarta (ANTARA) – Band rock legendaris God Bless yang berdiri sejak 1973 kini berusia 48 tahun. Staf juga mengingat masalah awal saat membuat grup.

Ahmad Albar (vokal), Jan Antono (gitar) dan Donnie Fattah (bass) berbagi cerita tentang awal mula perjuangan God Bless, dari instrumen improvisasi yang ditolak label rekaman hingga panggung yang serba terbatas.

“Pada tahun 1970-an sangat sederhana, sangat sedikit instrumen yang dimainkan dalam skala stadion, sedangkan sound system maksimal 5.000 watt. Tahun 1975, saat Deep Purple lahir, terjadi perubahan besar, hanya tinggal sedikit perubahan teknis dari situ,” kata Ahmad Albar dalam jumpa pers virtual “48 Tahun Berkah Tuhan”, Jumat.

Sebagai anggota baru yang bergabung dengan God Bless pada tahun 1975 dan berasal dari luar kota, Jan Antono mengaku menginap di rumah Ahmad Albar bersama Yoki Suryo Praiyogo. Ia juga tidak memiliki gitar sendiri, sehingga setiap kali tampil, ia selalu meminjam alat musik.

“Album pertama mencari produser setengah mati, karena warnanya rock. Album kedua juga lagu ‘Mirror’ yang konon laris manis,” ujar Yang.

“Ini adalah masalah yang paling menyedihkan, tapi kami tidak kecewa. Akhirnya ada lagu yang bisa diterima masyarakat, dan dari situ baru bisa diterima Tuhan memberkati,” lanjutnya.

Sementara itu, Donnie Fattah mengaku ditolak oleh lingkungan sosial karena dianggap preman karena rambutnya yang panjang dan penampilan musik rocknya yang tidak umum di era itu.

“Tahun 1973 kami tidak banyak menulis lagu, kami masih mengaransemen lagu barat, tetangga melempari batu karena ribut, orang lama dianggap preman, dan kalau dekat dengan perempuan dikucilkan karena masa depan suram. ,” kata Doni.

Kini di usianya yang ke 48 tahun, Tuhan memberkatinya dengan konser virtual bertajuk “48 Tahun Tanpa Tuhan – Dari Hari Ini” pada 31 Agustus 2021.

Artikel sebelumyaCiptakan Ekosistem Kondusif dan Aman, Menkominfo Tindak Tegas Tekfin Ilegal
Artikel berikutnyaSinema Indonesia Tuntut Sinergi Pemerintah dan Swasta