Beranda News Golkar Usul Persingkat Masa Kampanye Pilkada 2024

Golkar Usul Persingkat Masa Kampanye Pilkada 2024

Jakarta (ANTARA). Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua DPP Golkar, mengusulkan pemendekan masa kampanye Pilkada 2024 menjadi 75-90 hari.

“Memang harus diperhatikan bahwa masa kampanye harus dipersingkat dibandingkan sebelumnya. KPU mengusulkan masa kampanye 120 hari, sama dengan pemilu kemarin, karena bisa 75-90 hari,” ujarnya. Demikian disampaikan di kompleks parlemen di Jakarta, Selasa.

Diakuinya, ada perbedaan usulan masa kampanye Pilkada 2024, yakni: KPU mengusulkan 120 hari, sementara beberapa anggota Komisi II DNR mengusulkan 60 hari.

Namun, dia mengusulkan untuk memperpanjang periode pra-pemilu 2024 selama 75-90 hari, mengingat beberapa poin.

“Pertama, interaksi manusia bukan hanya pertemuan fisik, tetapi bisa dilakukan secara virtual untuk mengurangi jumlah orang yang bertemu secara fisik. Saat ini, orang yang membuka komputer bisa bertemu 100 orang, bahkan 1.000 orang,” ujarnya.

Kedua, menurut dia, rapat massa dengan mengundang banyak orang sudah tidak efektif lagi, karena misalnya dengan mengundang 10.000 orang untuk berkampanye, tidak semuanya bisa memilih.

Ketua Komisi II DPR RI mengatakan, pesaing dari parpol dan calon wakil rakyat (kaleg) telah meninggalkan aksi unjuk rasa besar-besaran.

“Ketiga, media pemilu bisa menggunakan teknologi digital, tidak perlu memasang berbagai jenis (alat peraga kampanye). Kampanye pemilu bisa menggunakan media lain yang efektif dan efisien,” ujarnya.

Keempat, kata dia, jika masa kampanye diperpendek, maka akan mempersingkat waktu hingga dimulainya fase pemilu 2024, karena misalnya jika sesuai dengan usulan KPU yaitu 120 hari, fasenya akan diselenggarakan pada Juni 2022.

Ia meyakini jika tahapan pemilu 2024 dipersingkat, banyak waktu yang akan digunakan untuk urusan pemerintahan seperti pemulihan ekonomi, perang melawan Covid-19, dan KTT G20.

Menurut dia, Komisi II DPR bersama penyelenggara pemilu dan pemerintah akan membahas secara detail tahapan pemilu 2024, seperti tahapan, program, dan jadwal pemilu.

Artikel sebelumyaPPLI mengoperasikan pabrik insinerasi terbesar di nusantara.
Artikel berikutnyaAnggota Brimob NTT yang pernah menjadi BKO di Papua, kembali ke Kupang.