Beranda Nusantara Gunung Merapi dilanda 134 longsoran dalam seminggu

Gunung Merapi dilanda 134 longsoran dalam seminggu

Jatuhnya lahar teramati 133 kali ke arah barat daya, terutama ke Sungai Bebeng dengan jarak slip maksimum 2000 meter.

Yogyakarta (ANTARA) – Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta meletuskan 134 aliran lahar dalam sepekan terakhir.

“Lava runtuh terpantau 133 kali ke arah barat daya, terutama ke Kali Bebeng dengan jarak slip maksimum 2000 meter, dan satu kali jatuhan lava ke arah barat laut (hulu sungai Apu dan Trising) dengan jarak slip 300 meter.” Demikian disampaikan Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan resminya di Yogyakarta, Sabtu.

Ia mengatakan, berdasarkan pantauan pada 28 Januari hingga Februari 2022, gunung berapi aktif tersebut juga mengeluarkan awan panas sebanyak dua kali ke arah barat daya atau hulu Sungai Bebeng dengan jarak luncur 2.000 hingga 2.500 meter.

Sementara itu, berdasarkan analisis morfologi stasiun foto Deles5, Tunggularum, Ngepos, dan Babadan2, tidak ada perubahan morfologi yang signifikan baik di barat daya maupun di kubah tengah.

Hanick mengatakan, volume kubah lava Merapi barat daya adalah 1.670.000 meter kubik, sedangkan rata-rata kubah 3.007.000 meter kubik.

Intensitas gempa Merapi pekan ini masih cukup tinggi. Deformasi Gunung Merapi yang terpantau EDM juga masih menunjukkan laju pemendekan 1,6 cm per hari.

Pekan ini, 3 Februari 2022, hujan 167 mm per jam di Pos Pengamatan Gunung Merapi selama 70 menit di posko Kaliurang.

“Dilaporkan banjir lahar dingin terjadi di Sungai Boyong dan Sungai Kuning akibat hujan,” kata Hanick.

BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi Tier III atau siaga.

Potensi bahaya saat ini berupa longsoran lahar dan awan panas di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong tidak lebih dari 5 km dan sungai Bedog, Krasak, Bebeng tidak lebih dari 7 km.

Sedangkan sektor tenggara meliputi Sungai Voro tidak lebih dari 3 km dan Sungai Gendol tidak lebih dari 5 km.

Jika gunung berapi mengalami letusan eksplosif, pelepasan material vulkanik dapat mencapai area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

Artikel sebelumyaBasarnas Manado menanam ratusan pohon bakau di Pantai Likupang.
Artikel berikutnyaJalan penghubung Kalimantan Selatan dengan IKN Nusantara.