Beranda Trending Harapan Armand Molana untuk Royalti Musik di Indonesia

Harapan Armand Molana untuk Royalti Musik di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Armand Molana menyayangkan selain tarif royalti yang relatif rendah, masih ada pihak yang tidak mengetahui royalti dan tidak membayar royalti.

“Ya (tarif royalti rendah). Itu belum cukup, dan masih banyak pihak yang harus membayar royalti, mereka belum tahu. Mereka masih belum tahu harus ada (pembayaran) royalti,” kata Arman saat dihubungi ANTARA, Jumat (11/3) malam.

“Masalahnya kami terbuai, kami tidur terlalu lama, bahwa karya itu, bukan hanya musik, karya itu memiliki royalti. Ada harga, ada nilai,” tambahnya.

Namun, Arman mengatakan aturan royalti saat ini lebih baik dari pada 1970-an dan 1980-an. Karena itu, Armand berharap peraturan perundang-undangan terkait royalti bisa diterapkan tanpa pandang bulu.

“Tapi dibandingkan dengan tahun 70-an dan 80-an, ini masih jauh. Sekarang lebih baik. Tapi itu belum sempurna,” kata Armand.

“Saya harap sederhana. Bahwa sebenarnya undang-undang dan pasal-pasalnya sudah ada. Namun, saya berharap penegakannya tidak sembarangan. Karena lagu ini karya seseorang,” lanjutnya.

Armand mengambil analogi bahwa mereka yang tidak membayar royalti seperti pelanggan yang tidak membayar di restoran. Arman sebagai musisi juga merasakannya.

Karena itu, Arman berharap pihak-pihak tertentu juga memikirkan musisi. Karena musisi juga tidak mudah membuat musik.

“Seperti membuat nasi goreng atau pisang goreng, ada harganya. Sekarang saatnya jualan nasi goreng, ambil piring, makan dan pergi. Bukan seperti itu,” katanya.

“Bahkan jika Anda membayangkan, misalnya, bahwa saya, sebagai seniman, komposer dan produser, menciptakan lagu, itu juga tidak mudah. Ini membuat kita sudah mengeluarkan uang. Pikirkan saja, misalnya, jika Anda makan makanan orang lain, Anda tidak membayar. Jadi analoginya bisa seperti ini,” pungkasnya.

Artikel sebelumyaPengadilan keliling meningkatkan kesadaran lingkungan di Hainan, China
Artikel berikutnya15 Bunga Rafflesia akan mekar di Batang Palupu Agam pada tahun 2022.