Beranda News Hofifa minta KPID serius lawan hoaks media sosial

Hofifa minta KPID serius lawan hoaks media sosial

Surabaya (ANTARA) – Gubernur Jawa Timur Hofifa Indar Parawansa meminta Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Provinsi setempat untuk serius memerangi hoaks dan misinformasi yang beredar di masyarakat melalui berbagai platform media sosial.

“Hoax ada dan tidak pernah berhenti. Apalagi di era transformasi digital, penyebarannya sangat cepat,” ujarnya di sela-sela pelantikan dan pelantikan sebagai Komisioner KPID Jatim periode 2021-2024. Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Selasa.

Ia juga berharap KPID Jatim dapat menjadi lembaga yang membantu menyebarkan informasi yang berkembang di masyarakat, baik pengaruh positif maupun negatif.

“Karena berita bohong dan disinformasi adalah hal yang berbahaya di masyarakat,” kata orang nomor satu di Pemprov Jatim itu.

Selain itu, tugas KPID saat ini semakin kompleks, karena tidak hanya menguasai konten siaran media konvensional, tetapi juga media penyiaran berbasis jejaring sosial.

“Misalnya Youtube. Di platform ini, setiap orang secara pribadi bebas membuat konten. Banyak yang positif, tapi banyak juga yang negatif dan menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujarnya.

“Di situlah peran penting KPID. Mari kita promosikan pro dan kontra dari pemotongan. Perluas program-program yang bisa mengedukasi masyarakat,” tambah gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu.

Sedangkan pelantikan dan pengambilan sumpah dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/898/KPTS/013/2021 tanggal 17 Desember 2021 tentang Pengangkatan Anggota KPID Jawa Timur Tahun 2021-2024. ketentuan.

Ketujuh komisioner yang diangkat adalah Romel Masikuri, Royin Fauziana, Dayan Ika Riani, A. Afif Amrullah, Immanuel Yosua Chiptosovarno, Sundari dan Habib M. Rohan.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Seleksi Panitia Seleksi Anggota CPID Jatim, prof. Ahmad Muzakki mengatakan, tugas utama KPID Jatim adalah menjaga perdamaian dan kerukunan sosial di masyarakat melalui pemantauan informasi.

“Ruang publik kami sangat terfragmentasi Oleh karena itu, peran CPID sangat penting untuk menjaga perdamaian dan rasa kebangsaan di ruang publik,” ujarnya.

Artikel sebelumyaPolres Ketapang Masih Selidiki Pelemparan Molotov Cocktail ASN
Artikel berikutnyaImigrasi Bali Deportasi Warga Negara Belanda Karena Salah Pakai Izin Tinggal