Beranda News IFE: Tujuan dari simulasi adalah untuk memberikan saran tentang desain surat suara...

IFE: Tujuan dari simulasi adalah untuk memberikan saran tentang desain surat suara untuk pemilihan umum 2024.

Jakarta (ANTARA) – Meljia Van Harling, Kepala Biro Teknis Pemilihan Umum Partai Komunis Indonesia, mengatakan simulasi pemungutan suara dan penghitungan suara yang dilakukan oleh Partai Komunis Sulawesi Utara bertujuan untuk memberikan arahan mengenai desain surat suara. dan formulir pemilihan umum 2024.

“Tujuan dan maksud dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan saran dan komentar tentang cara menyederhanakan desain surat suara dan formulir untuk pemilihan umum 2024,” kata Melgia Van Harling.

Hal itu ia laporkan dengan membacakan berita acara dan penjelasan tata cara teknis pemungutan dan penghitungan suara dalam “Simulasi Pemungutan Suara Untuk Menyederhanakan Desain Surat Suara dan Formulir Pemilu 2024” yang disiarkan secara langsung di CPU Sulut dan disiarkan di YouTube KPU RI. , pantauan dari Jakarta, Sabtu.

Selain mendapatkan saran dan masukan, lanjut Melgia, tujuan kedua pelaksanaan simulasi yang tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat sepanjang acara adalah untuk mendapatkan desain surat suara 2024 yang sederhana dan memudahkan pemilih.

Tujuan ketiga adalah memiliki desain formulir verifikasi hasil pemilu 2024 yang efektif bagi peserta dan penyelenggara. Kemudian, keempat, membuat desain surat suara dan formulir pengecekan hasil Pilkada 2024 yang lebih baik.

Melgia menjelaskan, simulasi yang dilakukan lebih terfokus pada pencoblosan dan penghitungan suara dengan menggunakan desain surat suara dan formulir yang disederhanakan.

Menurutnya, jumlah responden atau pemilih yang mengikuti simulasi mencapai 100 orang. Mereka terdiri dari unsur Sulut-Bavaslu, anggota KPU Kabupaten/Kota, sekretariat KPU Provinsi/Kabupaten/Kota Sulut, dosen, mahasiswa, awak film, dan aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) pemilu daerah.

Kemudian, kata Melgia, setiap responden atau pemilih akan mencoblos di 2 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan 2 model surat suara yang berbeda.

Ada 3 jenis surat suara di TPS pertama. Surat suara pertama terdiri dari peserta pemilihan presiden dan wakil presiden, serta pemilihan anggota DPR RI. Pemungutan suara putaran kedua melibatkan anggota DPD RI, dan putaran ketiga melibatkan perwakilan DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

Ada 2 jenis surat suara di TPS kedua. Surat suara pertama terdiri dari peserta pemilihan presiden dan pemilihan wakil presiden, anggota DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Pemungutan suara putaran kedua terdiri dari anggota DPD RI.

Dalam hal pemungutan suara, kata dia, responden bisa memilih dengan paku di antara nomor urut, nama, foto partai politik, atau foto calon presiden. Dalam surat suara DPR RI, pemilih dapat memilih satu kali di antara nomor atau lambang partai, nomor urut, atau nama calon.

Selain itu, surat suara DPD RI dapat dicoblos satu kali dari tiga pilihan, yakni nomor calon, nama atau foto. Untuk surat suara DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota, surat suara dicoblos satu kali dengan nomor, gambar partai politik, nomor urut atau nama calon.

Menurutnya, setelah mencoblos, responden bisa melipat surat suaranya dan memasukkannya ke dalam kotak suara yang sudah disediakan.

Setelah itu, pendapat mereka saat mencoblos menggunakan 2 model surat suara yang berbeda di 2 TPS dapat dibagikan dengan mengisi kuesioner dan polling dari kelompok modeling.

Artikel sebelumyaKetua Bhayangkari berterima kasih kepada Brigadir Jenderal Nura Ali karena menjalankan rumah di tengah jalan
Artikel berikutnyaKPU: Penyederhanaan Desain Surat Suara Dalam Upaya Penyederhanaan Pemilu 2024