Beranda Hukum Imigrasi Tembilahan Riau Deportasi Warga Nigeria yang Bermasalah

Imigrasi Tembilahan Riau Deportasi Warga Nigeria yang Bermasalah

Mengambil tindakan tegas terhadap orang asing yang melanggar hukum Indonesia saat ini.

Pekanbaru (ANTARA) – Kantor Imigrasi Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, mendeportasi seorang warga Nigeria berinisial OJA karena masalah hukum di daerah tersebut.

Kepala Kanwil Kemenkumham Riau Pujo Harinto di Pekanbaru, Sabtu, mengatakan warga asing tersebut dikirim ke negaranya melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis (24/2).

Ia menjelaskan, pria 37 tahun itu dideportasi usai dibebaskan dari Lapas Klas IIA Tembilahan atas keterlibatannya dalam kasus penipuan terhadap warga Kabupaten Indragiri Hilir beberapa waktu lalu.

Pujo Harinto menjelaskan, sanksi administrasi keimigrasian berupa deportasi diterapkan kepada WNA tersebut, karena ia sedang menjalani pidana penjara dalam kasus pelanggaran pasal 378 KUHP jo pasal 55 ayat (1) 1 seni. Kode kriminal.

“Hal itu dilakukan setelah Kepala Dinas Imigrasi Tembilakhan Yulizar mendapat instruksi. Kemudian, setelah ditahan dan digeledah, akhirnya dideportasi,” katanya.

Berdasarkan putusan tersebut, kata Kakanvil, Pihak Imigrasi berhak memasukkan dalam daftar pencegahan dan penangkalan (blocking) dan deportasi orang asing yang berada di wilayah Indonesia.

“Pendeportasian orang asing dilakukan jika yang bersangkutan melakukan kegiatan yang membahayakan ketertiban umum dan tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,” kata Pujo.

Berkaca dari peristiwa yang dialami oleh orang asing, kepala kantor wilayah berpesan kepada warga negara asing yang ada atau ingin memasuki wilayah Indonesia, khususnya Riau, untuk selalu mentaati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

“Jangan pernah melakukan tindakan melawan hukum, karena kami Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Riau akan menindak tegas orang asing yang melanggar hukum yang berlaku di Indonesia,” tegasnya.

Pada November 2020, OJA ditangkap polisi Indragiri Hilir atas tindak pidana penipuan terhadap warga negara Indonesia.

Penipuan OJA menggunakan kencan media sosial dan penipuan yang juga melibatkan empat temannya yang berkewarganegaraan Indonesia.

Pujo juga meminta masyarakat Indonesia untuk berhati-hati saat memperkenalkan diri kepada warga negara asing, terutama melalui media sosial dan menyarankan sesuatu yang menggoda atau tidak dapat dipahami.

Artikel sebelumyaPencuri motor ditembak mati di Medan
Artikel berikutnyaBNPB ingin pembersihan gempa Sumbar selesai dalam 14 hari.