Beranda Hukum Ini adalah keputusan hakim untuk membenarkan mandor untuk perbaikan gedung Kejaksaan.

Ini adalah keputusan hakim untuk membenarkan mandor untuk perbaikan gedung Kejaksaan.

… untuk memulihkan hak-hak terdakwa dalam kapasitas hukumnya, posisi dan martabatnya, dll.

Jakarta (ANTARA) – Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membebaskan Ooty Abdul Munir, pelaku kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung RI yang menjadi ketua proyek renovasi gedung Kejaksaan Agung, salah satunya. pertimbangan hakim, karena terdakwa tidak berada di tempat kejadian.

Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Suharno, yang juga hakim yang memimpin sidang kebakaran di Kejaksaan Agung, Senin, mengatakan majelis hakim memutuskan Ooty Abdul Munir bersalah. tentang dilakukannya suatu tindak pidana yang mengakibatkan gedung kejaksaan terbakar.

“Perkara Nomor 52, yang pada pokoknya hakim menyatakan bahwa terdakwa Uti Abdul Munir tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, seperti yang didakwakan jaksa dalam satu dakwaan. Saat dihubungi usai sidang.

Dalam putusan tersebut, kata Suharno, majelis hakim juga menuntut agar hak-hak terdakwa dipulihkan dan martabatnya dipulihkan.

“Ketiga, mengembalikan hak-hak terdakwa dalam hal kemampuan, kedudukan, martabat, dan sebagainya,” kata Suharno.

Ooty adalah satu dari enam orang yang terlibat dalam kebakaran di gedung utama Kejaksaan Agung Indonesia. Lima terdakwa lainnya, yakni Imam Sudrajat, penanggung jawab wallpapering, Sakhrul Karim, Karta, Tarno, dan Halim selaku pembangun, divonis satu tahun penjara.

Suharno menjelaskan, putusan hakim yang membebaskan Ooty Abdu Munir, yang merupakan buruh bangunan di Kejaksaan Agung RI, didorong olehnya untuk memperingatkan buruh agar berhati-hati dalam bekerja.

“Karena sebenarnya dia (Ooty Abdul Munir, red.) memberi peringatan, menyuruhnya hati-hati dalam bekerja, lalu dia tidak ada. Untuk lebih jelasnya baca saja putusannya,” kata Suharno.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang diketuai Hakim Elfian didampingi dua hakim, yakni Suharno dan Siti Hamid, memvonis lima dari enam terdakwa kasus kebakaran kejaksaan dengan hukuman satu tahun penjara.

Lima tersangka yakni Imam Sudrajat merupakan pekerja yang bertugas memasang wallpaper, Sakhrul Karim, Karta, Tarno dan Halim adalah pekerja bangunan.

Hakim menyatakan bahwa kelima terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana karena kelalaian mereka mengakibatkan terjadinya kebakaran yang membahayakan harta benda dan nyawa orang lain.

Pelanggaran yang diatur dalam Pasal 188 KUHP jo pasal 55 ayat 1-1 pasal 55 KUHP dan UU No. 8 Tahun 1981 dan peraturan perundang-undangan terkait lainnya.

Setelah putusan diumumkan, hakim memutuskan untuk menahan para terdakwa.

Pada tanggal 22 Oktober 2020, terjadi kebakaran hebat di gedung utama Kejaksaan Agung RI. Enam lantai bangunan itu terbakar rata dengan tanah, menyebabkan kerusakan serius.

Setelah kebakaran, bangunan itu akhirnya dibongkar dan sekarang sedang dibangun kembali.

Artikel sebelumyaAnggota DPR Mufti Anam minta Kementerian Kesehatan memberantas narkoba to
Artikel berikutnyaTantangan melakukan pelatihan polisi tanpa kontak dengan mahkota