Beranda Hukum Jaksa menuntut 23 kg kurir ganja selama 17 tahun penjara

Jaksa menuntut 23 kg kurir ganja selama 17 tahun penjara

…. dengan menjanjikan terdakwa gaji ganja per paket sebesar Rs 1.000.000.

Denpasar (ANTARA) – Kejaksaan Negeri Ni Komang Swastini mendakwa pemilik ganja seberat 23.247 gram dan memvonisnya 17 tahun penjara.

Dalam perkara ini, terdakwa mendapatkan barang bukti narkoba antara lain ganja seberat 23.247 gram netto, hashish seberat 488 gram neto, sabu seberat 45 gram, dan ekstasi seberat 9,42 gram netto.

“Menuntut, memvonis terdakwa Suhadi 17 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar ditambah 6 bulan penjara,” kata Kuasa Hukum (JPU) Ni Komang Swastini dalam sidang virtual di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Kamis.

Gugatan tersebut menjelaskan bahwa perbuatan terdakwa juga diatur sesuai dengan ayat (2) pasal 114 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba.

Usai mendengarkan putusan tersebut, terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya dari PBH Peradi Denpasar, Devi Maria Vulandari, mengumumkan akan menyampaikan keterangan tertulis.

Peristiwa itu bermula pada 4 Maret 2021, saat Badan Narkoba Polres Denpasar melakukan penyelidikan di Jalan Pulau Singkep, Denpasar. Terdakwa ditangkap tak lama setelah penyelidikan, tetapi tidak ada bukti obat yang ditemukan.

Saat diperiksa, terdakwa mengaku menyimpan narkoba di kediamannya di Jalan Pulau Belitung, Gg Babakan Sari VI C Gg Anggur, Banjar Geladag, Desa Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan.

Kemudian, berdasarkan hasil penggeledahan, ditemukan narkoba: ganja seberat 23.247 gram netto, hashish seberat 488 gram net, sabu-sabu seberat 45 gram dan ekstasi seberat 9,42 gram net.

Selain itu, ditemukan uang tunai Rp 227 juta beserta buku besar yang diduga digunakan tersangka untuk transaksi narkoba.

Barang bukti narkoba tersebut didapat dari seorang pria bernama JA (Daftar Pencarian Orang/DPO), kemudian terdakwa diminta untuk mengambil, menyimpan dan menyerahkan sekantong narkoba kepada pria bernama Ronaldo.

Selain itu, JA (DPO) menjanjikan upah kepada terdakwa sebesar Rs 1.000.000 untuk satu bungkus ganja, sementara tidak ada upah yang dilaporkan untuk paket obat lain.

Artikel sebelumyaKapolres Mimika mengatakan, banyak anggota KKB yang kembali ke masyarakat.
Artikel berikutnyaPemerintah Provinsi Jambi masih menunggu jadwal pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih.