Beranda Hukum Jaksa telah merujuk tersangka kasus korupsi pupuk ke Polda Sumut.

Jaksa telah merujuk tersangka kasus korupsi pupuk ke Polda Sumut.

Medan (ANTARA) – Sebagai tersangka kasus dugaan korupsi PT BGR Persero Cabang Medan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut menugaskan SS untuk bekerja sama dalam pembongkaran pupuk curah milik PT Pupuk Kalimantan Timur di Utara. Pabrik Rutan Polda Sumatera.

“Tersangka ditahan selama 20 hari sejak 1 hingga 20 September 2021 di Rumah Tahanan (RTP) Polda Sumut,” kata PDE Pasaribu, Pj Kepala Kejaksaan Negeri Sumut, dalam keterangan tertulis yang diterima di Medan. , Sabtu.

Ia menyebutkan, penetapan tersangka dilakukan DPO sejak 20 Oktober 2020. Tim Intel Kejaksaan Tinggi Sumut ditangkap di kantor PTUN Medan, Rabu (1/9).

Dalam penangkapan tersangka, sekelompok jaksa Sumut menghadapi perlawanan keluarga.

“Namun, tim dengan cepat membawa SS ke Pengadilan Tinggi Sumut untuk penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Pasaribu mengatakan kerjasama antara PT BGR dan PT Pupuk Kaltim mengungkapkan bahwa pupuk hilang dan dikurangi dengan kerugian pemerintah berdasarkan perhitungan awal tim penyidik ​​Kejaksaan Agung Sumatera Utara sebesar Rs 7.280.359.129.

Dalam kasus korupsi pupuk masih berstatus DPO yaitu SL (General Manager Pjs Kantor Pusat PT BGR Medan bersama-sama dengan SS (warehouse manager, CMS dan tuntutan lainnya di PT BGR).

“Tersangka melanggar pasal 2 ayat (1) pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tindak Pidana Korupsi.” Pasal 55 ayat (1) KUHP,” ujarnya.

Artikel sebelumyaDinas Kehutanan Kalteng Perketat Pengendalian Kayu Ilegal di Sekat Barito
Artikel berikutnyaBambang Vijohanto: Unsur Korupsi dalam Surat Gubernur Sumbar Untuk Ditelaah