Beranda News JMM: Sebelum keluar OU, speakernya biasa saja

JMM: Sebelum keluar OU, speakernya biasa saja

Jakarta (ANTARA) – Koordinator Jaringan Muslim Madani (JMM) Sukron Jamal menilai dinamika dan oposisi jelang Kongres Nahdlatul Ulama (Ulama) ke-34 itu seperti biasa.

“OU adalah organisasi akar rumput terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia. OU juga merupakan organisasi yang sangat terbuka dan demokratis. Semua pihak punya kepentingan, bukan hanya Nahdliyin itu sendiri,” kata Sukron dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Sukron yang juga seorang pengamat media, politik dan sosial-keagamaan, mengatakan sikap moderat NU sebagai cerminan “wasatiya Islam” (Islam moderat) yang “rahmatan lil alamin” memegang peranan penting. dalam melindungi kehidupan berbangsa dan bernegara yang majemuk seperti Indonesia.

“Peran NU sangat diperlukan dalam pelaksanaan sistem dan ketertiban peradaban dan perdamaian dunia,” ujarnya.

Seorang mantan aktivis PMII mengatakan dinamika dan konstelasi sebelum Kongres harus mendukung dan mengutamakan martabat NU dan qyayas atau ulama di dalamnya. Sucron berharap konstelasi yang semakin hangat akan lebih memperhatikan pertarungan ide dan gagasan, visi dan misi untuk meningkatkan peran NU baik secara nasional maupun global, serta, di sisi lain, menjawab berbagai tantangan masyarakat.

“Pada akhirnya, NU bukanlah organisasi politik atau partai politik, tetapi organisasi rakyat. Siapapun yang bertanding tentu saja yang terbaik dan paling terampil serta patut dihormati, sehingga berusaha untuk saling menjatuhkan secara pribadi harus dihindari,” kata Sukron. diklaim.

Sukron mengingatkan, tantangan NU ke depan akan semakin berat, seiring dengan era globalisasi yang ditandai dengan saling keterkaitan antar manusia yang berbeda asal usul suku, ideologi dan pemikiran yang berbeda. Di sisi lain, dunia terus berubah, sehingga membutuhkan sumber daya manusia berkualitas tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan global, serta memecahkan berbagai masalah – mulai dari ekonomi, politik, sosial, budaya, lingkungan hingga perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. .

<< Di era globalisasi sebagai pengaruh keterbukaan informasi, saat ini kita dihadapkan pada penyebaran paham transnasional dan gerakan ideologis yang sangat masif, yang sama sekali tidak bertentangan dengan semangat moderasi agama, budaya dan budaya nasional, tetapi berbuah dan berbuah . tumbuh di tanah air tercinta,” jelas Sukron. Sucron berharap Muktamar NU mampu mengembangkan kebijakan dan produk hukum bagi organisasi dan kepemimpinan yang akan terus memajukan, mengembangkan, dan memodernisasi NU. Selain itu, NU juga dapat berperan dalam karya umat melalui berbagai program pemberdayaan umat, penguatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan tentunya tetap menjadi yang terdepan dalam pemikiran “Islam Rahmatan lil alamin” ramah, moderat dan tertahankan. Sementara itu, Muktamar NU ke-34 dijadwalkan digelar di Lampung pada Desember 2021. Dalam kongres tersebut akan ditentukan dua posisi, yaitu Raissam di tingkat Suriah dan ketua umum di tingkat tanfidzia. Ada dua calon ketua umum yang banyak disebut-sebut, yakni KH Said Aqil Siraj dan KH Yahya Cholil Stakuf.

Artikel sebelumyaHasher BH3 membersihkan pantai di sepanjang Montpere Clanasan
Artikel berikutnyaJika "Tujuh belas": Terima kasih telah bermain lagi