Beranda News Jokowi: Indonesia telah mengubah identitasnya menjadi negara industri yang ramah lingkungan

Jokowi: Indonesia telah mengubah identitasnya menjadi negara industri yang ramah lingkungan

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia telah mengubah identitasnya dari negara pengekspor bahan mentah menjadi negara industri tangguh berwawasan lingkungan, sekaligus menandakan sedang terjadi transformasi ekonomi besar-besaran.

“Mengubah jati diri sebagai negara pengekspor bahan baku menjadi negara industri yang kuat dan ramah lingkungan sekaligus menciptakan lapangan kerja yang besar,” kata Presiden Jokowi secara virtual pada acara pengukuhan dan pembukaan Dewan Pimpinan Pusat Pergerakan Mahasiswa Nasional Indonesia. Ikatan Alumni (DPP PA GMNI) Periode 2021-2026, Disaksikan di Jakarta, Sabtu.

Presiden menegaskan kebangkitan industri harus ramah lingkungan karena Indonesia dan negara lain menghadapi ancaman perubahan iklim. Perubahan iklim akan berdampak besar pada kehidupan seluruh warga dunia.

Oleh karena itu, menurut dia, perlu keseimbangan antara kesejahteraan dan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengenalan ekonomi “hijau”.

“Aspek kesejahteraan dengan aspek lingkungan harus kita imbangi dengan menerapkan ekonomi hijau secara konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut presiden, gagasan menjadi negara industri akan membuat khawatir mereka yang sering berurusan dengan impor.

“Ini harus menjadi perhatian negara lain yang menganggap Indonesia bukan pasar yang menguntungkan bagi produk mereka,” katanya.

Namun, Presiden menegaskan bahwa posisi Indonesia tetap terbuka untuk kerjasama dengan negara manapun, sepanjang kerjasama tersebut setara hak dan tidak bertentangan dengan kepentingan nasional.

“Jumlah yang sebesar-besarnya digunakan untuk kemakmuran, kesejahteraan rakyat Indonesia, memperkuat potensi ekonomi nasional untuk menjadi negara yang kuat dan stabil,” kata Presiden.

Upaya transformasi, kata Presiden, membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa.

Untuk itu, Kepala Negara berharap seluruh pimpinan dan jajaran LSM GMNI mampu menjadi simbol persatuan, kesatuan bangsa, lokomotif transformasi bangsa.

“Mentransformasi bangsa menjadi Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan individual,” kata Presiden.

Artikel sebelumyaPresiden: Indonesia tidak boleh jatuh ke dalam jebakan harga diri yang rendah
Artikel berikutnyaMahfoud: Bung Karno adalah pencetus konsep hukum progresif.