Beranda Hukum JPU suap Nurdin Abdullah Rp 2 miliar untuk amal dan pembelian jet...

JPU suap Nurdin Abdullah Rp 2 miliar untuk amal dan pembelian jet ski

Uang 2 milyar rupiah ditukar dengan sedekah, dan uang itu dibawa oleh seorang asisten,

Makassar (ANTARA) – Kejaksaan Negeri Komisi Pemberantasan Korupsi (PKT) Mukh Asri mengatakan suap senilai Rp 2 miliar kepada Nurdin Abdullah (gubernur Sulsel tidak aktif) digunakan untuk beramal dan membeli dua sepeda motor dan mesin perahu. .

“Kami hanya ingin mengklarifikasi dari mana uang itu berasal dan digunakan untuk apa dan untuk apa,” kata Mukh Asri di sela-sela sidang di Pengadilan Tipikor Makassar, Kamis.

Dikatakannya, uang sebesar Rp 2 miliar itu sesuai dengan keterangan dalam protokol pemeriksaan saksi dan terdakwa bahwa uang tersebut berasal dari pengusaha H. Momo dan H. Indar.

Asri mengatakan Rp 2 miliar digunakan untuk amal, menurut kesaksian, saat uang itu ditukar dengan uang baru di Bank Mandiri cabang Panakkukang.

Menurut dia, berdasarkan kesaksian mantan Kepala Bank Mandiri Cabang Panakkukan, Mandiri Mukh Ardi, dari 2 miliar rupiah, hanya 800 juta rupiah yang bisa ditukar dengan uang baru.

Sisanya Rs 1,2 miliar pergi untuk membeli dua jet ski dan tempel untuk speedboat.

“Jadi, mereka hanya ingin mencocokkan keterangan saksi dengan peristiwa pidana yang terjadi,” katanya.

Saksi mantan Kepala Bank Mandiri Panakkukang Muh Ardi yang bersaksi di hadapan majelis hakim yang diketuai Ibrahim Palino mengakui, penukaran uang lama dengan uang baru terjadi pada Minggu, 20 September 2020.

“Jadi Pak Nurdin menyatakan kalau ada uang Rp 2 miliar akan ditukar dengan sedekah, dan uang itu akan dibawa oleh asisten Pak Salman,” katanya.

Ardi mengatakan, uang Rp 2 miliar yang dibawa Salman Natsir dimasukkan ke dalam koper berwarna kuning abu-abu dan rencananya akan ditukar dengan uang baru karena uang di dalam koper sudah usang.

Namun, setelah dicek di brankas, ia hanya memiliki uang Rp 400 juta yang kondisinya masih baru, dengan nilai nominal Rp 100 ribu sama dengan Rp 300 juta, dan Rp 50 ribu sama dengan Rp 100 juta.

“Setelah penukaran 400 juta rupiah, saya dipercayakan 1,6 miliar rupiah. Tapi saya tidak mau, karena itu bukan uang nasabah bank, karena uang nasabah diasuransikan. Sore harinya Pak Salman kembali dan menukarkan Rp. 400 juta, tapi yang ditukar adalah uang sobek dan sedikit uang baru,” ulangnya.

Usai menukarkan Rp 800 juta, Salman kembali menitipkan uang Rp 1,2 miliar. Dia mengakui bahwa seseorang akan mengambil uangnya nanti.

“Segera setelah Salman pergi, WA Pak Nurdin ada di sana, dia mengatakan bahwa Uji (Fawzi) akan mengambil uangnya. Tapi saya menunggu sampai malam datang ke kantor, sampai akhirnya saya pulang. Besok jam 08.00 baru saya telepon Uji dan bilang kalau sore saya ke bank saja dan ambil uangnya,” ujarnya.

Namun, ketika Fawzi yang tak lain putra bungsu Nurdin Abdullah datang ke bank, bukan untuk mengambil uang, melainkan meminta Ardi mentransfer Rp 1,2 miliar ke rekening Erik Horace (anggota DPRD Makassar) dan Irham Samada (Direktur Jetski Safari Makassar).

“Uang itu ditransfer ke rekening Eric Horace sebesar Rp 354 juta, karena dia adalah teman Mandiri. Tapi bagi Irham Samad, tidak mungkin karena rekening bank lain. Akhirnya dibuatlah rekening dan ditransfer sebesar 797 juta rupee, dan 48 juta rupee sisanya ditransfer ke rekening bank lain. katanya juga.

Artikel sebelumyaBupati Bogor Dorong Sosialisasi Massal Riset Kejujuran PKC
Artikel berikutnyaKomisi III DPR Puji Perlawanan COVID-19 di Sulut