Beranda Hukum Kajari: Ilvan Vardhana Siregar telah didiskualifikasi sejak 21 Juli.

Kajari: Ilvan Vardhana Siregar telah didiskualifikasi sejak 21 Juli.

Jakarta (ANTARA) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jakarta Timur Ardito mengatakan, sebelum meninggalnya Ilham Vardhan Siregar (IWS), Kejaksaan Agung Jakarta Timur sudah memecat tersangka per 21 Juli 2021.

“Kejaksaan Jakarta Timur memberlakukan larangan IWS sejak 21 Juli,” kata Ardito usai menerima konfirmasi di Jakarta, Sabtu malam.

Menurut Ardito, Ilvan Vardhana Serigar dirawat di rumah sakit karena sakit, sehingga membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung RI mengabarkan Ilham Wadhan Siregar, tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri (Persero).

“Inna lillahi wa inna illahi roji’un meninggal dunia dari Rahmatullah Ilham Vardhan Siregar (IWS), hari ini Sabtu 31 Juli 2021 pukul 17:28 WIB di RS An-Nisa Tangerang, karena sakit,” demikian bunyi pernyataan tersebut. tekan. Pusat Informasi Hukum. Kejaksaan Agung mengambilnya pada Sabtu malam.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, pada 1 Februari 2021, Ilham Vardhana Siregar selaku kepala bagian investasi PT Asavri (Persero) periode Juli 2021. 2012 hingga Januari 2017, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kepengurusan Perseroan. PT Asabri (Persero) keuangan dan investasi dana di beberapa perusahaan 2012-2019 oleh tim penyidik ​​di bawah Kantor Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung.

Setelah berkas perkara tersangka Ilham Vardhan Siregar dinyatakan selesai (P-21) oleh tim penyidik ​​kejaksaan, maka pada 28 Mei 2021 tugas dan barang bukti tersangka (tahap II) dilimpahkan ke tim kejaksaan di bawah Kantor Persekutuan. Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

“Jaksa kemudian membawanya ke Rutan Negara Salemba di bawah Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” kata Leonard.

Leonard mengatakan, pasca meninggalnya mendiang Ilham Vardhan Siregar, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur akan segera memutuskan penghentian penuntutan (SKPP) setelah menerima surat kematian yang dikeluarkan RS An-Nisa Tangerang.

Kini ada delapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi di PT Asabri, yakni presiden dan direktur PT Asabri antara 2011 hingga Maret 2016, seorang purnawirawan mayor jenderal. Adam Rahmat Damiri, Presiden dan Direktur PT Asabri sejak Maret 2016 hingga Juli 2020, pensiunan Letnan Jenderal. Sonny Vijaya, Chief Financial Officer PT Asabri periode Oktober 2008 sampai Juni 2014 Bakhtiar Effendi dan Direktur PT Asabri periode 2013-2014 dan Hari Sationo 2015-2019.

Kemudian Direktur Utama PT Prima Network Lukman Purnomosidi dan Direktur Hubungan Emiten dan Investor PT Jakarta Jimmy Sutopo, Direktur Utama PT Hanson International Tbk. Benny Tiocrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

Penyidik ​​Kejaksaan Agung Jampidsus telah menyerahkan dokumen Tahap II delapan tersangka tersebut kepada Kejaksaan Agung Jakarta Timur dan akan segera diadili.

Penyidik ​​Kejaksaan Agung baru-baru ini menetapkan sebanyak 10 perusahaan pengelola investasi sebagai tersangka kasus korupsi besar yang merugikan negara Rp 22,78 triliun.

Artikel sebelumyaMinggu, Harapan Presiden Rekrutmen ASN di CASN
Artikel berikutnyaDitpolair Polda Sumbar Salurkan Bantuan Sosial Kepada Masyarakat Pesisir