Beranda Trending Kapolri Minta Forkompimda Jateng Pantau Indeks Mobilitas

Kapolri Minta Forkompimda Jateng Pantau Indeks Mobilitas

Jakarta (ANTARA) – Kapolri Jenderal Paul Listio Sigit Prabowo meminta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Jawa Tengah memantau “indeks mobilitas” atau indeks mobilitas masyarakat dengan mengoptimalkan penerapan pembatasan kegiatan darurat (PPKM).

“Dalam PPKM darurat, ada pembatasan pergerakan orang dengan memisahkan sektor utama dan kritis, di luar sektor ini, tetap di rumah agar tingkat penyebaran COVID-19 dapat diminimalkan,” kata Jenderal Polri di Solo. Jawa Tengah, Jumat.

Dalam tinjauan bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tiajanto, dia mengatakan, peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 selama beberapa hari terakhir di seluruh tanah air mencapai 38 ribu kasus, dan tingkat hunian tempat tidur rumah sakit (BOR ) sudah mencapai 80-90 persen.

Sigit mengingatkan, setiap pemerintah daerah harus mewaspadai kondisi ini sehingga kesehatan dan keselamatan masyarakat menjadi hal utama yang perlu dijaga.

“Titik-titik pemblokiran di tingkat kecamatan dan kabupaten perlu diperiksa dengan baik agar bisa menyaring siapa saja yang bisa lewat,” kata Sigit.

Mantan Kapolda Banten meminta agar PPKM mikro yang telah diterapkan di sejumlah kabupaten/kota tetap dilaksanakan, termasuk pengujian dan pelacakan pasif yang ditingkatkan dengan merawat atau merawat orang yang terpapar, terutama yang tidak menunjukkan gejala.

Sigit mengatakan intervensi pengobatan ini perlu memastikan obat-obatan dan kebutuhan sehari-hari warga yang melakukan isolasi mandiri terpenuhi secara memadai.

“Pastikan penanganan limbah COVID-19 (masker, sarung tangan dan azmat) dengan baik agar tidak menjadi kendaraan,” kata Sigit.

Untuk mempercepat pembentukan herd immunity, Sigit berharap untuk mempercepat pengenalan Forkompimda di Jawa Tengah untuk meningkatkan vaksinasi massal, sehingga jumlah orang yang divaksinasi menjadi satu juta dalam satu minggu.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tiajanto menambahkan, percepatan proses vaksinasi merupakan formula ampuh untuk menekan jumlah kasus positif Covid-19 di Tanah Air.

“Percepatan vaksinasi menjadi masing-masing 4.000 vaksinasi, sehingga dimungkinkan tercapainya herd immunity pada awal Agustus 2021,” kata Hadi.

Dalam kunjungan lapangan ke Solo, Kapolri dan Panglima TNI meninjau dua lokasi vaksinasi massal, yaitu Gedung Persatuan Masyarakat (PMS) Solo dan Pusat Wanita Krida Kusuma.

Diketahui, target vaksinasi di Jawa Tengah telah mencapai 5.508.595 orang. Rincian – dosis pertama 3.772.042 orang (68,48 persen) dan dosis kedua 1.955.834 orang (35,51 persen). Rata-rata vaksinasi harian periode pertama hingga 7 Juli 2021 sebanyak 72.466 orang per hari.

Sementara jumlah interlock darurat PPKM sebanyak 236 titik. Rinciannya: empat “pos pemeriksaan” antarprovinsi, 39 “pos pemeriksaan” antarlembaga / kota, 141 pos pembatasan dan 52 pos pemeriksaan. Jumlah personel yang terlibat sebanyak 2526 orang.

Artikel sebelumyaBanjarmasin keluarkan jalan raya Idul Adha tanpa sampah plastik
Artikel berikutnyaLima desa di Aceh Jaya terisolasi akibat banjir Akibat