Beranda Hukum Kapolri Minta Petugas Terus Berantas COVID-19

Kapolri Minta Petugas Terus Berantas COVID-19

Jakarta (ANTARA) – Kapolri Jenderal Paul Listjo Sigit Prabowo menugaskan seluruh jajaran Polri untuk aktif bekerja memerangi pandemi COVID-19 sehingga jumlah kasus positif di Tanah Air dapat dikendalikan.

“Pada kesempatan ini saya menghimbau rekan-rekan untuk terus mempertahankan posisi yang diraih melalui berbagai prestasi, dan apresiasi kepada rekan-rekan semua ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus mempertahankan diri,” kata Sigit dalam keterangan tertulis dari Humas Polri. diterima di Jakarta pada hari Sabtu.

Sigit mengapresiasi kerja keras polisi dan pihak terkait pertanyaan terkait lainnya yang membantu mengatasi COVID-19 sehingga kasus positif saat ini dapat dikendalikan.

Keberhasilan Indonesia dalam menangani kasus positif COVID-19 diapresiasi oleh dunia internasional dan dipercaya untuk menyelenggarakan event seperti Mandalika World Motorcycle Race, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Indonesian Badminton Festival (IBF). ) di Bali.

“Sebagai Kapolri, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Polri, baik di Mabes Polri, Polda maupun di pulau-pulau terjauh dan terpencil, yang telah bekerja keras,” kata Kapolri. jenderal bintang empat.

Kerja keras jajaran Polri dalam menangani pandemi COVID-19 telah menginspirasi optimisme masyarakat Indonesia untuk terbebas dari beban berat pandemi COVID-19, kata Sigit.

Bahkan, berkat kerja keras bahu membahu melawan COVID-19, lanjut Sigit, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah ajang G20 dan MotoGP di sirkuit Mandalika.

“Prestasi dan apresiasi kepada rekan-rekan semua ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus mendukung penanganan COVID-19 yang terkendali,” kata Sigit.

Sigit memberikan sejumlah arahan kepada pegawainya di kepala daerah (Kasatville) dalam acara Kasatwil Apel 2021 yang berlangsung di Bali, Jumat.

Beberapa fokus area Kapolri antara lain bertransformasi menjadi polisi presisi, penguasaan teknologi di era digital dan keterbukaan informasi, serta keteladanan kepemimpinan.

Mantan Kepala Propam Polri itu mengatakan, setiap pegawai Polri harus memiliki tiga kompetensi, yakni kompetensi teknis, hal ini berkaitan dengan profesionalisme. “Kepemimpinan” yang kompeten dari unit terkecil hingga terbesar, serta kompetensi etis.

“Tanamkan nilai-nilai yang baik untuk membiasakannya, sehingga menjadi perilaku sehari-hari. Menjadi sebuah keutamaan walaupun kita tidak menyadari bahwa jika kita bisa melakukannya maka resiko untuk melakukan pelanggaran akan berkurang,” jelas Sigit.

Selain itu, pengelolaan metode transformasi Polisi Presisi adalah dengan mengutamakan model Predictive Policing untuk mencegah dan menyelesaikan segala permasalahan sosial dan kejahatan di masyarakat. Hal ini, kata Sigit, juga menyesuaikan tugas dengan pendekatan proaktif, proaktif, dan represif.

Arahan selanjutnya terkait dengan pengelolaan anggaran. Untuk itu, Sigit meminta untuk terus mendukung tren positif saat ini, tetap menjalankan tugasnya dengan baik dan tetap memperhatikan kepercayaan yang diberikan negara kepada kepolisian.

Terakhir, pada panutan kepemimpinan, menurut Sigit, para qasutwil harus bisa memberikan wawasan kepada anggota agar terbiasa berbuat baik, dimulai dari hal yang terkecil. Setelah terbiasa dengan perilaku positif, itu akan selalu tertanam dalam cara berpikir sehari-hari. Tentu saja, itu mempengaruhi orang-orang dan organisasi.

“Tentu saja, kita harus terbiasa dengan apa yang secara inheren baik. Dimulai dari hal-hal kecil, seperti jalan-jalan anak kecil, orang tua, mendorong mobil. Hal-hal kecil seperti ini,” kata Sigit sambil menyelesaikan pesanannya.

Artikel sebelumyaBTS merilis remix "Mentega" baru
Artikel berikutnyaWakil Presiden: ICMI menyatukan iptek dan IMTAQ dalam kemajuan suatu bangsa