Beranda Hukum Kasus penularan COVID-19 di Lebak bertambah 190 orang

Kasus penularan COVID-19 di Lebak bertambah 190 orang

Kami meminta warga untuk mengikuti aturan kesehatan dan tidak berkumpul

Lebak (ANTARA) –

Kasus penularan COVID-19 di Kabupaten Lebach, Banten meningkat 190, sehingga total menjadi 6.103, naik dari sebelumnya 5.913.
“Peningkatan penyebaran COVID-19 kami perkirakan karena pemeriksaan BTA yang optimal dilakukan oleh Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit untuk operasional petugas Pembatasan Kegiatan Kedaruratan Masyarakat (PPKM),” kata Juru Bicara COVID-19 Kabupaten Lebak. Satgas Percepatan dan Pemrosesan, Dr Firman Rahmatullah, di Lebak, Kamis.
Kasus COVID-19 di Wilayah Lebak masih terus meningkat meskipun Program Darurat PPKM telah dilaksanakan.
Menurut dia, peningkatan ini disebabkan masih banyaknya masyarakat yang tidak mengikuti protokol kesehatan.
Berkaitan dengan itu, personel PPKM tanggap darurat yang terdiri dari Satgas Covid-19, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Satpol PP, melakukan razia malam hari dan yang tertangkap dilakukan pemeriksaan smear antigen, dan jika positif maka dilakukan pemeriksaan. segera dikirim ke isolator.
Selain itu, personel PPKM tanggap darurat juga mengoptimalkan isolasi dan memastikan distribusi masker.
Menurutnya, masih banyak warga yang tidak memakai masker, sehingga ada kemungkinan penularan COVID-19.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga untuk mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penularan COVID-19,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini para tenaga medis di segala bidang memberikan apusan gratis.
Selain itu, smear juga dilakukan di klinik, tetapi mereka melakukannya dengan biaya sendiri.
“Kami meminta warga untuk mematuhi protokol kesehatan dan tidak berkumpul di keramaian,” ujarnya.
Menurut Pemkab Lebak, Rabu (13/7), ada 6.103 orang, 4.991 orang sembuh, 1003 orang diisolasi dan dirawat, dan 109 orang meninggal dunia.

Artikel sebelumyaTerapkan PPKM Darurat, Walikota Medan Inspeksi Pabrik Ban
Artikel berikutnyaDPR puji langkah Djokowi berikan obat gratis kepada pasien COVID-19