Beranda Warganet Kasus positif menurun 11 minggu setelah lonjakan kedua

Kasus positif menurun 11 minggu setelah lonjakan kedua

Ada lima provinsi dengan angka kejadian tinggi, yaitu Kalimantan Utara (8,83 persen), Papua (5,33 persen), Aceh (empat persen), Kalimantan Tengah (3,08 persen) dan Lampung (2,63 persen).

Jakarta (ANTARA) – Juru Bicara Gugus Tugas (Satgas) COVID-19 Profesor Viku Adisasmito mengatakan Indonesia secara konsisten mengalami penurunan kasus positif selama 11 minggu setelah lonjakan kasus kedua pada Juli 2021.

“Sejauh yang kami tahu, jumlah kasus COVID-19 terus menurun setiap minggunya. Minggu ini terjadi penurunan jumlah kasus dalam waktu 11 minggu setelah lonjakan kedua pada Juli lalu, ”kata Vicu dalam konferensi pers yang diikuti secara online di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, jumlah kasus positif di Indonesia pekan ini turun 34,6 persen dari pekan lalu.

Bahkan untuk pertama kalinya penambahan kasus positif harian di Indonesia di bawah 1.000, yakni 922 kasus per 4 Oktober 2021, jelasnya.

Namun, dia mengatakan ada lebih dari 1.000 kasus positif yang bertambah setiap minggunya di tiga provinsi, yaitu Jawa Tengah 1.094 kasus, Jawa Barat 1.074 kasus, dan Jawa Timur 1.059 kasus.

Di samping itu. Ia melanjutkan, penambahan kasus juga cukup banyak terjadi di DKI Jakarta, yakni 966 kasus dan Bali 588 kasus.

“Diwajibkan lima provinsi ini, terutama yang setiap minggunya lebih dari 1.000 kasus, terus memantau pembukaan kegiatan di wilayahnya,” kata Vicu.

Ia mengingatkan, aktivitas sosial ekonomi yang kini sudah kembali normal, khususnya di Pulau Jawa, berpotensi meningkatkan kembali potensi penularan jika tidak dibarengi dengan kepatuhan dan pengawasan yang ketat terhadap protokol kesehatan.

“Pastikan ada unit atau petugas di setiap kerumunan yang bertugas menjaga protokol kesehatan,” ujarnya.

Wiku menjelaskan, meski ada data kasus aktif, untuk pertama kalinya dalam sepekan terakhir, jumlah kasus aktif di Indonesia kurang dari satu persen, yakni 0,86 persen. Sementara rata-rata global tidak pernah mencapai kurang dari satu persen kasus aktif.

“Ini perkembangan yang sangat bagus, mengingat saat lonjakan kasus kemarin, jumlah kasus aktif mencapai hampir 19 persen. Saat ini jumlah kasus aktif di dunia 7,77 persen,” ujarnya.

Namun, menurut Vicu, ada lima provinsi dengan angka kejadian tinggi, yakni Kalimantan Utara (8,83 persen), Papua (5,33 persen), Aceh (empat persen), Kalimantan Tengah (3,08 persen) dan Lampung (2,63 persen).

Artikel sebelumyaDPR akan berhenti membahas RUU tentang PB jika "jalan buntu" tentang BNPB
Artikel berikutnyaMahasiswa UNS membentuk proyek pendidikan tentang peran ayah dalam keluarga