Beranda Hukum Keberhasilan meredam radikalisme adalah kunci Indonesia emas.

Keberhasilan meredam radikalisme adalah kunci Indonesia emas.

Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal (Komjen) Polri Boy Rafli Amar mengatakan, keberhasilan meredam radikalisme di era bonus demografi merupakan momen yang menentukan di jalan menuju emas. Indonesia pada tahun 2045.

“Ke depan, bonus demografi ini akan menentukan ketahanan negara,” kata Kapolsek BNPT Komjen Boy Rafli Amar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Dikatakannya, penanganan bonus demografi yang tepat akan membawa peningkatan dramatis dalam produktivitas di Indonesia tepat 100 tahun setelah Indonesia merdeka pada 2045.

Menurut Boy Rafli, Indonesia telah memasuki era bonus demografi. Artinya, jumlah penduduk usia kerja lebih banyak daripada penduduk bukan usia kerja.

“Masyarakat dituntut tidak hanya memiliki ‘hard skill’ yang baik tetapi juga akhlak yang baik,” kata Boy Raffley.

Dia mengatakan bahwa seseorang harus waspada terhadap propaganda radikal terorisme di jejaring sosial. Kelompok ini senang memposting cerita kekerasan di media sosial.

“Kita harus mengantisipasi mengundang kelompok teroris yang mendorong narasi tentang kekerasan,” katanya.

Mantan Kabag Humas Ditjen Polri itu angkat bicara soal bahaya pengaruh terorisme radikal. Lewat cerita-cerita yang mengatasnamakan agama, kelompok ini kerap mendapat pengakuan publik.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BNPT akan terus bekerja sama dengan tokoh lintas agama. Tujuannya untuk bersama-sama mengedukasi dan mendorong masyarakat agar mau menerima propaganda atau ajakan kelompok radikal.

Dia menambahkan bahwa narasi agama yang diulang kelompok teroris membenarkan kekerasan terhadap tetangga. Ini jelas tidak sesuai dengan aturan agama dan prinsip negara.

Terakhir, Boy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengetahui jika ada pihak-pihak tertentu yang mengundang dengan cara kekerasan.

“Metode kekerasan tidak sesuai dengan nilai agama, prinsip berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila, nilai hukum dan etika moral bangsa,” ujarnya.

Artikel sebelumyaPetugas mengalihkan arus lalu lintas ke jalur Sukanagara-Tangyn.
Artikel berikutnyaKetua Korpri Zudan Arif Dukung Penuh Program Rumah bagi ASN