Beranda News Kejagung periksa bos perusahaan sekuritas untuk selidiki broker PT Asabri

Kejagung periksa bos perusahaan sekuritas untuk selidiki broker PT Asabri

Jakarta (ANTARA) – Penyidik ​​Penyidik ​​Pidana Khusus Kejaksaan Agung (JAMPidsus Kejagung) memeriksa tiga orang saksi, termasuk dua eksekutif sekuritas, untuk memeriksa broker PT Asabri.

Leonard Eben Ezer Simandyutak, Kepala Pusat Informasi Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, mengatakan dua direktur utama perusahaan sekuritas itu adalah direktur utama dan mantan direktur utama PT Mega Capital Sekuritas.

“Hari ini JAMPidsus Kejaksaan Agung memeriksa tiga orang saksi. Dua saksi diperiksa terkait penyidikan kasus calo PT Asabri dan satu saksi terkait penilaian harta milik tersangka Benny Tjocrosaputro,” kata Leonard.

Dua eksekutif perusahaan sekuritas tersebut adalah Yimmy Lesman (YL) sebagai Presiden dan CEO PT Mega Capital Sekuritas pada 2015-2021. Kemudian Nanik Suslovati (NS) sebagai Presiden Direktur PT Mega Capital Sekuritas pada 2010-2015.

“Keduanya sedang diselidiki terkait pendalaman broker PT Asabri,” katanya.

Saksi ketiga yaitu M.K. selaku Senior Deputy Director PT Colliers Internasional Indonesia ditanyai tentang penilaian atau penilaian aset tersangka Benny Tiocrosaputro.

Penyidik ​​JAMPidsus terus memeriksa saksi-saksi terkait dugaan korupsi dan pencucian uang di PT Asabri.

Sebanyak sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus mega korupsi yang menelan dana pemerintah Rp 22,78 triliun.

Kesembilan tersangka tersebut adalah Presiden dan Direktur PT Asabri periode 2011 hingga Maret 2016, Mayjen (Purn) Adam Rahmat Damiri, serta Presiden dan Direktur PT Asabri periode Maret 2016 hingga Juli 2020. Pensiunan Letjen Sonny Vijaya, Chief Financial Officer PT Asabri periode Oktober 2008 – Juni 2014 Bakhtiyar Effendi dan Direktur PT Asabri periode 2013-2014. dan 2015–2019 Hari Setiono.

Selanjutnya, Kepala Departemen Investasi PT Asabri Juli 2012 hingga Januari 2017, Ilham V. Siregar, Presiden Direktur PT Prima Network Lukman Purnomosidi, dan Direktur Hubungan Investor Emiten PT Jakarta Jimmy Sutopo, Presiden Direktur PT Hanson International Tbk Benny Tiocrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

Baik Benny maupun Khor menjadi tersangka kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

Selain itu, tiga dari sembilan tersangka dijerat Kejaksaan Agung dengan kasus pencucian uang, yakni Benny Tiocrosaputro, Heru Hidayat, dan Jimmy Sutopo.

Selain itu, penyidik ​​juga fokus mencari aset tersangka berupa tanah, bangunan, hotel, pusat perbelanjaan, kapal, tanker, tambang, mobil mewah, bus, perhiasan dan lukisan yang mengandung emas. Hingga saat ini, nilai sementara yang terkumpul mencapai Rp 14 triliun.

Artikel sebelumyaPemprov Aceh Kembalikan Tujuh Tersangka Korban "perdagangan manusia"
Artikel berikutnyaKerjasama Kemendagri dan Kemenpan RB dalam penyederhanaan birokrasi di pemerintah daerah