Beranda Hukum Kejaksaan Agung menerima materi dalam jumlah besar dari kasus Doni Salmanan.

Kejaksaan Agung menerima materi dalam jumlah besar dari kasus Doni Salmanan.

Jakarta (ANTARA) – Kejaksaan Agung telah menerima penyerahan berkas perkara (Tahap I) Doni Salmanan, tersangka kasus dugaan kasus hoaks dan pencucian uang melalui aplikasi Quotex.

“Wakil Jaksa Agung Muda Pidana Umum menerima pelimpahan materi perkara pidana tahap I dari Bareskrim Polri terkait tersangka D.S yang dikirim kemarin Selasa (1904),” kata Kapolsek. dari Pusat Informasi Hukum. (Kapuspenkum) di Kejaksaan Agung Ketut Sumedan dalam permohonan tertulis yang diterima di Jakarta. , Rabu.

Ketut menjelaskan, tersangka Doni Salamanan disangkakan melanggar ayat (1) pasal 28 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan pasal 3 dan/atau pasal 4 UU No. Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Setelah berkas perkara diterima, lanjutnya, langkah selanjutnya adalah jaksa yang ditunjuk untuk penyidikan (Jaksa R-16) melakukan penelitian dalam waktu tujuh hari untuk menentukan apakah berkas perkara tersebut dapat dianggap lengkap atau tidak secara formal atau material. (H-18).

“Dan penyidik ​​punya waktu tujuh hari untuk memberi perintah (P-19) jika berkas perkaranya tidak lengkap,” imbuhnya.

Sebelumnya, penyidik ​​Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mengirimkan materi tahap pertama kasus berita bohong dan menyesatkan dengan tersangka Doni Muhammad Tawfik (DMT) alias Doni Salmanan. (DS) melalui aplikasi Quotex ke Kejaksaan Agung.

Kepala Bagian Penerangan Masyarakat (Kabagpenum) Bagian Humas Polri, Kombes Pol. Gatot Repli Khandoko mengatakan penyidik ​​telah melakukan penyelidikan intensif terhadap kemungkinan tersangka lain yang diduga terkait dengan Doni Salmanan, dengan mewawancarai sedikitnya 64 saksi dan 10 saksi ahli.

“Tersangka lain yang diduga terkait dengan tersangka DMT, berjuluk JS, sedang menjalani pemeriksaan intensif,” kata Gatot di Jakarta, Senin (18 April).

Sedangkan menurut perkembangan terakhir, barang bukti yang disita dalam kasus tersebut adalah tas pria Dior dari Atta Khalilitar pada 17 Maret, uang tunai Rs 10 juta dari Rizka Billar pada 22 Maret, dan uang tunai Rs 1 miliar dari tersangka Doni Salmanan. Maret, 25. Berbaris. Penyidik ​​juga menyita Rs 750 juta dan Rs 300 juta dari Komunitas Respon Cepat Jawa Barat pada 25 Maret dan Rs 950 juta dari Reza “Arap” Oktovyan pada 28 Maret.

Penyidik ​​belum bisa mengklarifikasi nilai nominal awal aset yang disita dalam kasus Doni Salmanan, termasuk aset berupa bangunan, tanah, dan mobil mewah.

Pada Selasa (15/3), penyidik ​​menyita sejumlah aset milik pria yang mengaku kaya raya dari Unit Pencucian Uang (TPPU) Bandung dari hasil penipuan melalui aplikasi Quotex. Nilai nominal sementara Doni Salmanan yang disita polisi mencapai Rp 64 miliar, serta uang tunai Rp 3,3 miliar.

Harta benda yang disita Doni Salmanan antara lain dua rumah tinggal, dua bidang tanah seluas 500 meter persegi dan 400 meter persegi, 18 unit roda dua berbagai merek, enam roda empat, dua di antaranya merek Porsche dan Lamborghini.

Penyidik ​​juga menyita empat akun Gmail dan media sosial milik Doni Salmanan, yakni akun YouTube Raja Salmanan dan tiga akun email yang terkait dengan aplikasi Quotex.

Artikel sebelumyaPAN Siapkan Langkah Hukum Tanggapi Laporan Ade Armando
Artikel berikutnyaGe Pamungkas kesulitan memerankan pecandu narkoba di Indonesia "Karena warisan"