Beranda Hukum Kejaksaan CMO Sumsel bakar puluhan uang palsu dan narkoba

Kejaksaan CMO Sumsel bakar puluhan uang palsu dan narkoba

Uang palsu pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 dimusnahkan.

Baturaja (ANTARA) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Ogan Comering Ulu (OCU), Sumatera Selatan (Sumsel), dimusnahkan dengan membakar puluhan uang kertas dan obat-obatan palsu sebagai barang bukti dalam perkara pidana yang terjadi di daerah itu sejak beberapa bulan terakhir.

“Uang palsu yang dihancurkan terdiri dari pecahan – Rp 50.000 dan Rp 100.000,” kata Kepala Kejaksaan Negeri OKU Bayu Pramesti di Baturaj, Kamis.

Selain uang palsu, pihaknya juga memusnahkan ratusan gram sabu, puluhan butir ekstasi, dan senjata api rakitan – barang bukti kasus pidana yang kini sudah permanen atau tertunda.

Ia menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan itu diperoleh dari 124 kasus yang saat ini sedang diselesaikan di pengadilan setempat.

Bayou menjelaskan, rincian jumlah barang bukti yang dimusnahkan diperoleh dari kasus pidana umum, antara lain 78 kasus narkoba yang terdiri dari 114.237 gram sabu, 17 butir ekstasi, dan 2,06 gram ganja.

“Ada juga 47 ponsel yang terlibat kasus narkoba, yang juga dimusnahkan hari ini,” katanya.

Kemudian lima senjata api rakitan, 14 butir peluru dan 13 bilah untuk senjata tajam.

Kemudian ada 50 uang kertas palsu Rp 100.000, 30 uang kertas Rp 50.000 dan tiga sepeda motor.

“Pemusnahan barang bukti ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Adhyaksa Bhakti ke-61 tahun 2021, dan juga sebagai bukti bahwa kita tidak main-main memberantas peredaran narkoba,” ujarnya lagi.

Direktur Eksekutif Harian Bupati OKU Edward Chandra menyampaikan apresiasinya kepada rangkaian OKU Kejari di bawah kepemimpinan Kajari Bayu Pramesti.

Bupati mengatakan, pemusnahan barang bukti ini merupakan bentuk transparansi aparat penegak hukum dalam menangani kasus-kasus yang dirujuk ke kejaksaan.

Menurut Bupati, masih banyak kasus narkoba dari kasus yang barang buktinya dimusnahkan.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersinergi membantu aparat penegak hukum dalam pemberantasan peredaran narkoba khususnya di Kabupaten OKU.

Artikel sebelumyaPemerintah dan DPR Sepakat Amandemen UU Otonomi Khusus Papua
Artikel berikutnyaPersiapan penerapan aturan klasifikasi SIM C sudah mencapai 80 persen.