Beranda Hukum Kejaksaan Gorontalo Tangkap Buronan Penjahat Kehutanan

Kejaksaan Gorontalo Tangkap Buronan Penjahat Kehutanan

Gorontalo (ANTARA) – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Pengadilan Tinggi Gorontalo menangkap buronan Jansen Tangkilisan, terpidana kasus kehutanan di Bayu, Kecamatan Luvuk Utara, Kabupaten Bangai, Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala Bagian Penerangan Hukum Kejaksaan Gorontalo Mohammad Qassad dalam siaran persnya, Minggu, mengatakan penangkapan terpidana dilakukan bekerja sama dengan kelompok intelijen Kejaksaan Agung Sulawesi Tengah dan Kejaksaan Negeri Bangai. Kantor. Sabtu (9/10) kemarin.

Jansen yang divonis bersalah dalam kasus kehutanan melanggar pasal 83 (1) (b) UU 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Deforestasi Joe. Bagian (1) Pasal 55 KUHP Kesatu.

“Terpidana Jansen Tangkilisan mengangkut kayu yang tidak memiliki sertifikat legal untuk hasil hutan,” katanya.

Atas perbuatannya dia melaporkan bahwa Mahkamah Agung Republik Indonesia, dalam putusannya nomor 1942K/Pid.Sus/2018 tanggal 20 Desember 2018, memvonis terpidana sesuai dengan hukumannya. Pertama, penolakan kasasi dari Penggugat I/Terdakwa Yans Tangkilisan, Penggugat II banding/Kejaksaan Negeri di Kejaksaan Negeri Gorontalo. Kedua, menuduh terdakwa membayar biaya perkara di tingkat kasasi sebesar Rs 2.500.

“Sesuai putusan Mahkamah Agung, terpidana harus menjalani satu tahun penjara dan menjatuhkan denda sebesar 500 juta rupiah, dengan ketentuan jika denda tidak dibayar, diganti dengan hukuman penjara tiga bulan,” dia berkata.

Mohammad Qassad menjelaskan, jika seorang terpidana melarikan diri saat eksekusi akan dilakukan oleh tim Kejaksaan Negeri di bawah Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo, maka yang bersangkutan telah dimasukkan dalam daftar orang yang dicari (DPO) atau dicari oleh pihak Kejaksaan Negeri Gorontalo. Kejaksaan Negeri Gorontalo.

Artikel sebelumyaAda sistem satu arah pada rute Punchak-Chianzhur pada Minggu malam.
Artikel berikutnyaLaNyalla siapkan FGD amandemen konstitusi MPC PP se-Jawa Timur