Beranda Warganet Kemarin kerangka manusia purba untuk mencapai vaksin Merah Putih

Kemarin kerangka manusia purba untuk mencapai vaksin Merah Putih

Jakarta (ANTARA) – Serangkaian berita kemanusiaan yang menarik perhatian pembaca pada Kamis (2 September) dan masih menarik untuk disimak, mulai dari penemuan vaksin COVID-19, DNA kerangka manusia purba, hingga berita terbaru. berita tentang vaksin merah putih.

Berikut rangkuman berita humaniora kemarin:

1. Hampir 1,2 juta dosis vaksin Pfizer tiba di Indonesia.

Pemerintah Indonesia menerima bentuk jadi vaksin COVID-19 dari produsen Pfizer, hanya sekitar 1,2 juta dosis, pada Kamis sore.

Berita selengkapnya bisa dibaca disini

2. DNA kerangka manusia purba modern, berusia 7200 tahun, telah diselidiki.

Sejumlah peneliti dan arkeolog telah mempelajari fosil kerangka manusia purba modern (Homo Sapiens) yang diperkirakan berusia 7.200 tahun setelah ditemukan di Kawasan Karst Maros Pangkep, Wallace, Liang Panninge, Desa Vanuawaru, Kawasan Mallawa, Kabupaten Maros. , Sulawesi Selatan.

Berita selengkapnya bisa dibaca disini

3. KLHK menyadari potensi kebakaran hutan dan lahan pada puncak musim kemarau.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mewaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada puncak musim kemarau yang terjadi pada Juli-Oktober 2021.

Berita selengkapnya bisa dibaca disini

4. Kelompok sasaran: Penurunan jumlah kasus masih dua kali lipat dari gelombang pertama.

Profesor Vicu Adisasmito, Ketua Gugus Tugas (Satgas) Pakar COVID-19, mengatakan penurunan angka kasus COVID-19 saat ini masih dua kali lipat jumlahnya sejak gelombang pertama pada Januari 2021.

Berita selengkapnya bisa dibaca disini

5. BRIN: Izin darurat vaksin Merah Putih dijadwalkan untuk 2022.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laxana Tri Handoko, mengatakan izin pendistribusian darurat vaksin Merah Putih direncanakan pertengahan 2022.

Berita selengkapnya bisa dibaca disini

Artikel sebelumyaPendidikan di tengah pandemi – ini yang dilakukan di beberapa daerah
Artikel berikutnyaKepala BMKG minta Pemprov Maluku segera mengkaji pembangunan RSUD Leimen