Beranda News Kemarin Presiden bertemu dengan ketua partai politik sebelum membahas amandemen.

Kemarin Presiden bertemu dengan ketua partai politik sebelum membahas amandemen.

Jakarta (ANTARA) – Pada Rabu (25 Agustus), berbagai peristiwa politik terjadi di Indonesia, mulai dari pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan ketua umum partai politik koalisi pemerintah, hingga tanggapan dari beberapa partai politik. terkait amandemen konstitusi negara (UUD). Republik Indonesia, 1945.

Berikut lima berita politik menarik yang ditangani ANTARA:

1. Presiden memanggil perwakilan partai koalisi ke istana.

Presiden Indonesia Joko Widodo memanggil perwakilan partai koalisi ke Istana Negara di Jakarta pada Rabu sore untuk membahas isu-isu penting bagi negara.

Menurut informasi yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hasanuddin Wahid, pertemuan itu berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB.

Baca lebih lanjut di sini.

2. Pertemuan Presiden Djokovi dengan pimpinan partai politik untuk mempererat gotong royong.

Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Jasto Cristianto mengatakan pertemuan Presiden Joko Widodo dengan pimpinan umum partai politik pendukung pemerintah pada Rabu sore di Istana Negara, Jakarta, dapat mempererat gotong royong dalam menanggulangi pandemi COVID-19.

Hasto mengatakan dalam siaran pers di Jakarta, PDI-P menyambut baik pertemuan berkala antara Presiden Djokovi dengan ketua umum partai politik pendukung pemerintah, didampingi sekretaris jenderal partai.

Baca lebih lanjut di sini.

3. Viva Yoga: Zulkifli bertemu dengan Presiden untuk memastikan bahwa PAN adalah koalisi pemerintah.

Wakil Ketua DPP PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan, kehadiran Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hassan hadir dalam rapat pimpinan partai politik untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada Rabu, membenarkan bahwa partainya adalah partai politik yang mendukung pemerintah.

“Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hassan didampingi Sekjen Eddie Soparno hadir di istana, bertemu dengan partai koalisi dengan Presiden Djokovi. Dia hadir sebagai partai koalisi pendukung pemerintah,” kata Viva Yoga ANTARA. di Jakarta, Rabu malam.

Baca lebih lanjut di sini.

4. MPR RI: nilai-nilai kebangsaan perlu diperkuat untuk melawan arus perubahan.

Wakil Ketua Republik Rakyat Mongolia Ingushetia Lestari Murdijat menilai perlu penguatan di bidang politik dan nilai-nilai kebangsaan secara umum di seluruh elemen bangsa guna melawan arus perubahan.

Ia menilai, perubahan tren politik di dalam dan luar negeri harus menjadi pendorong penguatan dan perwujudan nilai-nilai kebangsaan.

Baca lebih lanjut di sini.

5. F-Golkar: Perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tidak mendesak.

Idris Laena, Ketua Fraksi Golkar MPR RI, menilai amandemen UUD 1945 tidak mendesak karena Indonesia berjuang mengatasi pandemi COVID-19 dan membangun kembali perekonomian nasional.

“Fraksi Golkar menilai amandemen UUD 1945 tidak mendesak. Pemerintah saat ini fokus mengatasi pandemi COVID-19 dan membangun kembali perekonomian nasional,” kata Idris Laena kepada ANTARA di Jakarta. Rabu.

Baca lebih lanjut di sini.

Artikel sebelumyaAngkatan Laut Indonesia membajak kapal tanker yang bersembunyi dari pemerintah Kamboja
Artikel berikutnyaM. Kese ditangkap kemarin hingga TNI menangkap buronan Kamboja itu.