Beranda Warganet Kemenkes: peta jalan berdampingan dengan COVID-19 berdasarkan tiga hal

Kemenkes: peta jalan berdampingan dengan COVID-19 berdasarkan tiga hal

Jakarta (ANTARA) – Pj Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuvu mengatakan penyusunan roadmap koeksistensi Covid-19 di masa mewabah didasarkan pada pertimbangan protokol kesehatan. , pelacakan kasus dan cakupan vaksinasi …

“Ini adalah bagian tersulit dalam pemetaan kami. Kalau jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan (3M), saya rasa ini sudah mulai terlihat bagus. Faktanya, kuncinya adalah pengujian dan pelacakan, ”kata Maxi. Rein Rondonuvu pada Dialog Semangat Produktif Selasa yang disiarkan di saluran YouTube FMB9ID dari Jakarta pada Selasa.

Maxi mengatakan, penyusunan roadmap tersebut dilakukan Kementerian Kesehatan RI bersama sejumlah pakar dan tokoh masyarakat, berdasarkan pedoman WHO untuk mengembangkan transmisi komunitas dan kapasitas pemerintah untuk merespon.

Secara keseluruhan, kata Maxi, peta jalan tersebut didasarkan pada strategi untuk melacak kasus melalui pengujian, pelacakan, perawatan (3T), meningkatkan cakupan vaksinasi dan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

“Kebiasaan baru ini didasarkan pada situasi pandemi di daerah berdasarkan rangking tingkatannya. Yang sedikit kabur pada tingkat pertama dan kedua. Pada dasarnya memaksa masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Menurut Maxi, diskusi seputar 3T terus terhambat oleh strategi pemerintah untuk mengoptimalkan pelacakan kasus berdasarkan kesadaran publik akan pesan.

“Seseorang yang merasa tertular COVID-19 mungkin terbiasa dengan sengaja diisolasi, atau masyarakat berinisiatif untuk menghubungi nomor telepon pengaduan pemerintah ketika mengetahui ada kejadian COVID-19 di dekatnya. … Jadi ada kesadaran akan keinginan untuk melakukan ini. pelacakan dan lakukan pengujian… Jika dia percaya diri, dia harus bersiap untuk isolasi, ”katanya.

Kebiasaan baru ini sangat dibutuhkan pemerintah untuk menstabilkan penularan COVID-19 di sejumlah daerah yang mengalami penurunan kasus, kata Maxi.

“Misalnya daerah yang angka positifnya sudah di bawah 5 persen, seperti DKI Jakarta, per hari mencapai 1,6 persen. Jika dilakukan dengan benar dan dengan kesadaran penuh, dapat mengarah pada situasi yang lebih aman,” ujarnya.

Poin ketiga dalam pembahasan roadmap, kata Maxi, adalah strategi vaksinasi. “Ini penting, meski bukan satu-satunya solusi. Bagaimana semua orang bisa menyadari bahwa penting bagi kita untuk melakukan pencegahan melalui vaksinasi,” ujarnya.

Maxi menambahkan, Kementerian Kesehatan dan tim roadmap saat ini sedang memetakan berbagai isu terkait ketiga faktor tersebut.

“Kami memetakan berbagai kendala dari tiga faktor sehingga pemerintah dapat memperhitungkannya saat menyusun roadmap koeksistensi COVID-19,” katanya.

Artikel sebelumyaPakar: Sulit untuk melihat kapan trauma akibat pelecehan dapat sembuh
Artikel berikutnyaPresiden Djokovi Puas Dengan Pencapaian Vaksinasi COVID-19 Di Blitara