Beranda Warganet Kemenkes sedang melatih perangkat RT/RW untuk mengkomunikasikan informasi vaksinasi.

Kemenkes sedang melatih perangkat RT/RW untuk mengkomunikasikan informasi vaksinasi.

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kesehatan RI telah melatih mesin Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Varga (RW) serta tokoh masyarakat untuk menyampaikan informasi kepada warga tentang program vaksinasi COVID-19.

“Kami telah menyiapkan strategi komunikasi risiko yang komprehensif, dengan masing-masing target disesuaikan dengan saluran komunikasi yang digunakan untuk memastikan informasi tersampaikan kepada target,” kata Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksin Kementerian Kesehatan Kota Indonesia, dalam konferensi pers virtual. rilis survei yang dilakukan oleh Change.org. dengan pemantauan Kawal COVID-19 dan Katadata Insight Center dari Jakarta pada Rabu.

Menurut Nadia, pelatihan bekerja dengan perangkat RT/RW agar warga yang tidak memiliki akses aktif jejaring sosial dapat menerima informasi terkait vaksinasi.

Namun dalam praktiknya, kata Nadya, ada warga yang aktif dan ada juga yang tidak, sehingga masih ada warga yang belum memiliki akses informasi.

Beberapa pembicara dalam agenda sepakat mendesak pemerintah untuk mengintensifkan sosialisasi vaksinasi melalui RT/RW dan Puskesmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Diyakini bahwa penyampaian informasi melalui mereka dapat efektif mengubah pandangan masyarakat tentang vaksinasi hingga akhirnya mereka mau divaksinasi.

Manajer Riset Katadata Insight Center Vivi Zabki menjelaskan bahwa survei tersebut diikuti oleh 8.299 responden dari seluruh Indonesia, meskipun didominasi oleh Pulau Jawa. 22,1 persen responden tidak divaksinasi. Namun, 61,7% dari mereka menyatakan keinginan untuk divaksinasi.

“Mereka belum divaksin karena akses vaksinasi yang sulit, yang masih sulit diselesaikan, dan harus antre, ada yang tidak tahu harus ke mana untuk vaksinasi sampai menunggu vaksinasi di tempat tinggalnya. ,” katanya. dikatakan.

Responden yang menjawab ini, menurut Vivi, mengaku sangat menantikan informasi yang disampaikan langsung oleh aparat RT/RW di tempat tinggalnya.

“Keinginan untuk menerima informasi dari perangkat RT/RW mendominasi hingga 60 persen responden mengaku tidak yakin dengan akses informasi vaksinasi,” ujarnya.

Senada dengan hasil polling tersebut, Influencer Tirta Mandir Hudhi yang didaulat menjadi salah satu pembicara menyatakan bahwa masyarakat lebih mudah mendapatkan edukasi atau mempercayai sumber informasi terdekat dari lingkungan tempat mereka tinggal. tinggal, dalam hal ini Pegawai RT/RW dan Puskesmas.

“Terutama warga yang jauh dari pusat kota. Semakin jauh dari ibu kota semakin kurang mengenal informasi media sosial, sehingga perangkat RT/RW di rumahnya semakin efektif menyasar mereka,” ujarnya.

Tirta menyetujui hal tersebut karena selama ini ia berinteraksi langsung dengan pasien dari berbagai daerah di Indonesia yang telah berkonsultasi melalui layanan telemedicine pribadinya.

“Bagi warga yang bingung, lebih baik cepat mendapatkan informasi yang benar melalui perangkat RT/RW daripada mencari cara cepat untuk mempercayai berita bohong yang menyebar,” ujarnya.

Artikel sebelumyaLima kabupaten di Sukabumi memiliki jumlah kematian pasien COVID-19 tertinggi
Artikel berikutnyaKemenkes: Indonesia salah satu yang terbaik dalam perang melawan COVID-19 di dunia