Beranda Hukum Kemenkominfo memberikan perhatian pada kesiapan industri untuk menerapkan digitalisasi

Kemenkominfo memberikan perhatian pada kesiapan industri untuk menerapkan digitalisasi

Jakarta (ANTARA) – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G.Plate mengatakan pemerintah sangat prihatin dengan kesiapan daerah menerapkan kebijakan digital television atau analogue shutdown (ASO).

“Pembagian tahapan ASO terus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan yaitu tahapan final menurut undang-undang harus dilaksanakan pada 22 November 2022 dengan memperhatikan beberapa poin,” kata Johnny kepada KPK. I Audiensi Rapat Dewan Perwakilan Rakyat RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan beberapa hal yang menjadi perhatian Kemenkominfo, yakni pertama, kesiapan infrastruktur digital lembaga penyiaran seperti TVRI, swasta, warga setempat dan masyarakat di 112 zona penyiaran.

Kedua, kata dia, kesiapan perangkat digital untuk lembaga penyiaran publik, lembaga penyiaran swasta, lembaga penyiaran lokal, dan lembaga penyiaran lokal.

“Ketiga, penerima siaran digital atau set-top box (STB). Dari 112 zona penyiaran, 90 zona penyiaran sudah memiliki perangkat yang memungkinkan Anda menikmati siaran digital, ”katanya.

Johnny mengatakan, Kemenkominfo telah melakukan tiga fase terkait ASO, yakni fase pertama pada 30 April 2022 di 56 zona siaran atau 166 kabupaten/kota.

Dijelaskannya, tahap kedua pada 25 Agustus 2022 di 31 zona penyiaran atau 110 kabupaten/kota; dan tahap ketiga pada 2 November 2022 dengan 25 zona siaran atau 63 kabupaten/kota.

“Untuk ASO tahap pertama ini 100 persen, jadi cukup untuk memastikan transisi secara keseluruhan. Namun pada tahap kedua dan ketiga, pembangunan infrastruktur direncanakan selesai dua bulan sebelum periode analog yang sesuai,” ujarnya. dikatakan.

Dia menekankan bahwa milestone tersebut telah disesuaikan tergantung pada tingkat ketersediaan, seperti infrastruktur analog ke digital, studio, sumber daya manusia dan peralatan atau STB.

Menurut dia, pemerintah memberikan kesempatan kepada lembaga penyiaran untuk beralih ke penyiaran digital, jika dilakukan sejak dini.

Artikel sebelumyaPKC Menguji Mantan Ketua DNRD Jambi untuk Korupsi dalam Persetujuan APBD
Artikel berikutnyaCapolda: memakai helm menjadi kebiasaan, seperti memakai masker