Beranda Warganet Kemensos – Blog bagikan 200 juta kilogram beras untuk 10 juta KPM

Kemensos – Blog bagikan 200 juta kilogram beras untuk 10 juta KPM

Bantuan sosial ini diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat.

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan Perum Bulog menyalurkan beras sebanyak 200 juta kilogram kepada 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan 10 juta KPM bantuan sosial tunai. (BST) dengan paket besar 10 kg per KPM.

“Yang mendistribusikan Perum Bulog, Kemensos hanya mengirimkan data penerima kepada Menteri Keuangan. Tujuan pembagian beras ini untuk memenuhi sebagian kebutuhan pokok KPM yang terdampak pandemi,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam keterangannya. Lamaran diterima di Jakarta, Minggu.

Selain itu, bantuan yang diberikan khusus untuk program Kementerian Sosial berupa beras lima kilogram. Bantuan diberikan kepada pekerja informal yang tidak dapat bekerja karena terpapar situasi darurat, termasuk pedagang kaki lima, penjaga toko, tukang ojek dan pekerja lepas di Jawa dan Bali.

“Data penerima lima kilogram beras itu diambil dari usulan pemerintah daerah. Penerima adalah mereka yang tidak menerima atau bukan penerima tiga jenis bansos reguler, yaitu PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako dan BST,” ujarnya.

Bantuan beras disalurkan melalui bakti sosial kabupaten/kota kepada warga terdampak COVID-19 di seluruh kabupaten/kota se-Jawa dan Bali.

“Mereka masing-masing menerima 3.000 paket lima kilogram untuk 122 kabupaten/kota dan 6.000 paket lima kilogram masing-masing untuk enam ibu kota provinsi,” katanya.

Risma mengatakan, Bantuan Sosial PKH dan BPNT/Kartu Sembako sudah dikeluarkan sejak awal Juli lalu.

Secara keseluruhan, dalam rangka program perlindungan sosial, Kemensos mengefektifkan program bansos reguler yaitu PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako dan BST. PKH tahap ketiga yakni Juli-Agustus-September akan disalurkan pada Juli 2021.

Kemensos juga memberikan 10 juta BST senilai 10 juta KPM antara Mei hingga Juni yang dibayarkan pada Juli, kemudian 18,8 juta KPM BPNT/Kartu Sembako mendapat tambahan dua bulan, yakni Juli dan Agustus.

Anggaran PKH sebesar Rp28,3 triliun dan Kartu BPNT/Sembako sebesar Rp42,3 triliun yang disalurkan melalui bank milik negara (Himbara).

Anggaran BST sebesar Rp 15,1 triliun dialokasikan PT Pos Indonesia.

“Diharapkan bantuan sosial ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat,” kata Risma.

Artikel sebelumyaTinjauan – Jurnalis Melawan COVID-19
Artikel berikutnyaMUI bekerja sama dengan Polri-TNI melakukan vaksinasi gel penduduk terhadap COVID-19