Beranda Warganet Kemensos mendukung percepatan pemberdayaan sosial melalui ProKus.

Kemensos mendukung percepatan pemberdayaan sosial melalui ProKus.

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Sosial berupaya mempercepat penanggulangan kemiskinan di Indonesia dengan dukungan Komisi VIII DPR RI salah satunya pemberdayaan sosial melalui Program Kewirausahaan Sosial (ProKus).

Menteri Sosial Tri Rismaharini berharap ProKus dapat tumbuh dan berkembang bersama usaha mikro ekonomi melalui dukungan dan inkubasi bisnis yang berkesinambungan.

“Ke depan, ProKus diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup KPM (keluarga penerima manfaat) secara berkelanjutan, misalnya di bidang rumah tangga, jasa, kuliner, kerajinan, industri kreatif, produksi tanaman pangan dan agrowisata,” kata Risma dalam keterangannya. .diterima pada hari Sabtu di Jakarta.

Pada Jumat (27 Agustus), Risma bersama rombongan dari Komisi VIII DPR RI mengunjungi stand KPM yang menerima ProKUS dan sebagai role model yang telah berhasil mengembangkan usahanya dengan berbagai produk olahan dari Cluster Kuliner dan Cluster Fashion seperti Asosiasi Ras Raja Konvensi Tempe Boo Ade dan Sibo.

Salah satu kunjungan Mensos adalah KPM ProKUS Yani Suryani dengan produk Combro Dry (Combring) Raja Rasa yang langsung dipromosikan kepada tamu undangan dan media group, dan Risma menanyakan kepada penerima Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) untuk berintegrasi dengan ProKUS.

“Ke depan, kita bisa mengintegrasikan penerima Rutilahu dengan ProKUS sehingga kita bisa cepat mengentaskan kemiskinan. Misal kalau mau beli sisir bisa langsung hubungi Ibu Yani, nanti dikasih kontaknya,” kata Risma.

Pada tahun 2020, Yani Suryani menjadi ProKUS KPM dari Desa Sindang Gerta, Desa Malaka, Bandung Barat yang merupakan salah satu contoh ProKUS KPM yang telah berhasil mengembangkan bisnis kulinernya dengan pemasaran dari Jabodetabek hingga Bali serta toko online. dapat diakses.

Selain itu, sebagai pilar sosial, Karang Taruna harus tetap produktif, kreatif dan terus berinovasi dalam semangat gotong royong, terutama di masa pandemi COVID-19 yang masih melanda negeri ini.

Pesan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, agar Karang Taruna senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan serta berperan lebih baik lagi untuk memberi manfaat dan terus berkontribusi bagi bangsa dan negara.

“Mari tetap bersatu dan terus maju bersama, dan inilah saatnya berpikir produktif, meningkatkan kapabilitas dan kapasitas anggota,” ujarnya.

Terkait Program Kewirausahaan Sosial (ProKU) tahun ini rencananya akan dialihkan ke Karang Taruna, selain mendapat pendampingan dari para pembimbing usaha, pelatihan pengemasan dan pemasaran dengan tujuan meningkatkan kompetensi dan ekonomi.

Dari sekian banyak organisasi pemuda yang inovatif dan kreatif, salah satunya di desa Chileuni Vetan aktif memberdayakan dan mengembangkan potensi masyarakat melalui kegiatan ekonomi produktif berupa minuman sari temulawak, keripik singkong dan keripik tempe.

Di tengah seni ukir tulang yang semakin menipis, anggota Karang Tarun tetap mempertahankan kerajinan tersebut, memberdayakan masyarakat sekitar dengan berbagai pelatihan ukir, seperti membuat stik tulang sapi dan patung yang sudah dipasarkan di Pulau Dewata. dewa-dewa.

Selain itu, Risma juga mengunjungi stand di Desa Karang Taruna Chitra Pemuda Desa Laksana Mekar Kabupaten Bandung Barat yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat dan kesehatan lingkungan.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia aktif memperkenalkan berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah dengan membesarkan larva BSF. Selain itu, Karang Taruna Citra Pemuda memperkenalkan seduhan teh kembang telang yang efektif menurunkan kadar gula darah.

Risma juga mendistribusikan 1.270 paket bantuan sosial berupa masker dan vitamin kepada masyarakat kurang mampu dan terdampak pandemi COVID-19 melalui Karang Taruna.

Artikel sebelumyaMensos siapkan Rp 24 miliar untuk anak yatim akibat COVID-19
Artikel berikutnyaGerindra: Prabowo jadi capres 2024 adalah bentuk pengabdian kepada negara