Beranda Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menumbuhkan suasana kemandirian melalui PAshow warga...

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menumbuhkan suasana kemandirian melalui PAshow warga terpelajar.

PAShow juga digunakan sebagai ajang unjuk bakat dan kreativitas para narapidana.

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham) melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditgenpas) kembali meramaikan suasana HUT Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar Pekan Seni Rutan (PAShow) untuk narapidana di seluruh Tangerang Raya.

“Pertunjukan ini juga dijadikan ajang unjuk bakat dan kreativitas warga binaan sebagai hasil pembinaan yang berkelanjutan di Lapas meski dalam kondisi pandemi,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Henie Yuwono dalam keterangan tertulis yang diterimanya. Kantor Umum Masa Lalu di Jakarta, Minggu.

Henie mengatakan, makna Hari Kemerdekaan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dalam departemen teknis lembaga pemasyarakatan, “Merdeka” dapat diartikan sebagai kebebasan dari narkoba atau kebebasan dari kejahatan lainnya.

Termasuk, lanjutnya, kemerdekaan berarti bebas dari COVID-19 hingga bebas belajar dan bekerja. PAShow dipasarkan sebagai hiburan bagi narapidana di tengah pandemi, sekaligus membangkitkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air melalui perayaan kemerdekaan.

Acara PASshow ini dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni UPT Pemasyarakatan se-Tangerang, antara lain Lapas Remaja Kelas IIA Tangerang, Lapas Kelas I Tangerang, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang, Lapas Kelas IIA Tangerang, dan Lapas Wanita Kelas IIA. , dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tangerang.

“Mengingat kondisi pandemi COVID-19 saat ini, kegiatan tetap dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Banten Agus Toyib mengatakan bahwa kegiatan PAshow tagline “Indonesia tangguh, Indonesia berkembang, Banten pasti menang.”

Menurutnya, acara ini bisa dimanfaatkan para napi sebagai insentif untuk unjuk kebolehan.

“Kami ingin menyampaikan pesan bahwa narapidana tetap bisa bekerja seperti orang lain,” ujarnya.

PAShow merupakan bagian dari serial program khusus PAS TV “76 jam penjara selama 76 tahun kemerdekaan Republik Indonesia”, yang tayang setiap hari mulai 10 hingga 16 Agustus 2021.

Kegiatan meliputi pertunjukan band, angklung, musik etnik, kabaret lenong, gendang rampak, tari genjring, akustik, pembacaan puisi, testimoni pendidikan, pameran, talk show, dan pameran virtual karya narapidana di seluruh Tangerang Raya.

Artikel sebelumyaMuzani: Gerindra Dukung Pencapaian Pemerintah Target Vaksinasi COVID-19
Artikel berikutnyaMahasiswa UNM membagikan ratusan pohon untuk memperingati HUT RI