Beranda Hukum Kementerian Hukum dan HAM Terapkan Keadilan Restoratif bagi Pelaku Dewasa di Aceh

Kementerian Hukum dan HAM Terapkan Keadilan Restoratif bagi Pelaku Dewasa di Aceh

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) menggalakkan restorative justice bagi pelaku dewasa di Banda Aceh yang ditetapkan sebagai salah satu dari 10 kabupaten percontohan.

“Hal ini untuk mendukung penerapan restorative justice bagi pelaku dewasa di Banda Aceh,” kata Darmalingganawati, koordinator penelitian dan bantuan publik Kementerian Hukum dan HAM, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Penyebarluasan keadilan restoratif diperlukan untuk kesepakatan bersama antara lembaga pemasyarakatan Banda Aceh (Bapas) dengan aparat penegak hukum lainnya di Banda Aceh.

Dia mengatakan, penasihat publik di Balai memainkan peran penting dalam proses litigasi, terutama dalam mempengaruhi keputusan hakim. Untuk itu, perlu adanya pemahaman di kalangan aparat penegak hukum tentang pentingnya menerapkan keadilan restoratif.

Terlebih lagi, katanya, kondisi di penjara dan pusat penahanan negara menjadi semakin penuh sesak dengan tahanan jauh di luar kapasitas mereka.

Sistem penjara yang diterapkan selama ini bukan satu-satunya pilihan dalam sistem peradilan Indonesia, katanya. Selain itu, mekanisme ini telah menimbulkan berbagai masalah turunan seperti kelebihan kapasitas hidup.

“Masih banyak alternatif hukuman lain yang jauh lebih tepat dan bermanfaat,” ujarnya.

Melalui Restorative Justice, Ditjenpas Kemenkumham fokus mencari solusi restitusi yang adil bagi semua pihak yang terlibat. Korban, pelaku, dan masyarakat.

Secara umum, penggunaan restorative justice di bidang pemasyarakatan bukanlah hal yang baru. Di masa lalu, berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012, lembaga pemasyarakatan telah berhasil menerapkan keadilan restoratif terhadap pelaku tindak pidana anak.

“Memikirkan hal ini, Dietjenpas semakin yakin dalam mengambil langkah konkrit untuk keadilan restoratif, tidak hanya bagi pelaku anak, tetapi juga bagi pelaku dewasa,” jelasnya.

Artikel sebelumyaDPD RI desak polisi tangkap pengedar kopi yang mengandung bahan kimia berbahaya
Artikel berikutnyaPria Palembang gantung diri di Instagram live