Beranda Warganet Kementerian Sosial mengusulkan untuk memasukkan kondisi cuaca ekstrem dalam RUU IP, menghapus...

Kementerian Sosial mengusulkan untuk memasukkan kondisi cuaca ekstrem dalam RUU IP, menghapus masalah wabah.

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengusulkan pencantuman bencana alam seperti kondisi cuaca ekstrem dalam RUU Penanggulangan Bencana (RUU PB) yang telah dibahas bersama Komisi VIII DPR RI dan Komite II DPD.

Menteri Sosial Tri Rismaharini juga mengusulkan agar sejumlah kategori bencana alam dan sosial diatur dalam RUU PB.

“Misalnya angin puting beliung yang dimaksud dalam Pasal 29 belum terjadi, samber bledek belum terjadi. Makanya kami sertakan cuaca ekstrim dan bencana lainnya,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini di Jakarta. Selasa.

Selain itu, Risma mencoret pecahnya bencana alam dalam RUU Pasal 30 karena kondisi saat ini termasuk dalam pandemi.

Namun, pihaknya mengusulkan gangguan konstruksi skala besar seperti jebolnya bendungan, kebakaran hutan dan lahan, polusi radiasi, dan bencana alam lainnya.

Saat terjadi bencana sosial, dalam Pasal 31 RUU tersebut, Risma melakukan kerusuhan sosial dan mengusulkan konflik sosial antar kelompok atau masyarakat, aksi terorisme, subversi, dan bencana sosial lainnya.

“Bencana sosial kita termasuk subversi dan bencana sosial lainnya. Pembahasan kita adalah jika ini terjadi, akan ada korban dan kita bisa menghadapinya,” ujarnya.

Artikel sebelumyaMahasiswa UNS membentuk proyek pendidikan tentang peran ayah dalam keluarga
Artikel berikutnyaBanjarmasin kembali ke status PPKM Level 4