Beranda Warganet Kepala BMKG minta Pemprov Maluku segera mengkaji pembangunan RSUD Leimen

Kepala BMKG minta Pemprov Maluku segera mengkaji pembangunan RSUD Leimen

Jika Anda tidak dapat menahan gempa, segera lakukan rekayasa.

Ambon (ANTARA) – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dvikorita Karnavati meminta Pemerintah Provinsi Maluku segera melakukan investigasi cepat terhadap pembangunan Dr Johanis Leimen di Desa Ruma Tiga, Teluk Ambon, Kota Ambon. .

“Saya minta dicek kembali konstruksi dan desainnya apakah bisa tahan gempa tektonik 7,5-8 SR,” kata Dvikorita saat bertemu dengan forkopimda Maluku dan Ambon di Ambon, Kamis (9/9). …

Permintaan itu dilakukan Dwikorita mengingat RSUP milik Kementerian Kesehatan itu terletak di ibu kota provinsi Maluku yang berada di kawasan rawan gempa dan tsunami.

Menurutnya, morfologi pantai desa Poka dan Rumakh Tiga merupakan jalur aluvial yang memungkinkan terjadinya longsor bawah laut.

Selain itu, pemandangan sekitar menunjukkan bahwa tanah di sekitar RSUP yang sedang dibangun dipenuhi dengan tanah dan sedimen dan dekat dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dapat meningkatkan risiko gempa bumi dan tsunami.

Karena itu, dia meminta Pemprov dan Pemkot segera berkoordinasi dengan RSUP untuk memastikan struktur dan struktur gedung tersebut tahan gempa atau tidak.

“Jika tidak tahan gempa, segera lakukan pekerjaan rekayasa pada gedung RSUP agar fasilitas medis ini dapat digunakan saat terjadi bencana,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah provinsi mendatangkan pakar gempa dari Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, serta LIPI dan BMKG, untuk melakukan penelitian dan kajian pembangunan gedung RSUP dalam waktu dekat.

“Studi ini juga harus memperhatikan ketahanan konstruksi bangunan terhadap kemungkinan likuifaksi, mengingat pantai dua desa di sub-wilayah Teluk Ambon rawan longsor bawah laut yang dapat menyebabkan gempa bumi dan tsunami.

Dvikorita menambahkan, penelitian dan pemetaan yang saat ini berlangsung di Ambon, Maluku Tengah dan Seram Barat hingga Sabtu (9 April) bertujuan untuk memperbaharui peta wilayah rawan gempa dan tsunami di tiga wilayah tersebut untuk menyusun rencana aksi. untuk penanggulangan dan mitigasi bencana akan dilakukan dalam jangka pendek, menengah dan panjang.

Pj Sekda Maluku Sadli Ie menegaskan, pihaknya segera mengkoordinir pembahasan laporan dan komentar kepala BMKG dengan instansi teknis terkait untuk mengambil tindakan.

“Hasil pertemuan ini akan segera menjadi perhatian berbagai pihak, keberadaan RSUP ini dapat memberikan dampak yang besar bagi peningkatan kesehatan warga Maluku ke depannya,” ujarnya.

Sekda juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BMKG atas kerja samanya dalam melakukan kajian cepat untuk memetakan daerah rawan gempa dan tsunami di tiga kabupaten Maluku, termasuk rencana aksi jangka pendek dan panjang untuk meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di Maluku. …

Artikel sebelumyaKemarin kerangka manusia purba untuk mencapai vaksin Merah Putih
Artikel berikutnyaKilas Nusantara di antara pagi