Beranda Warganet Kepala BNPB sedang mengecek kesiapan RSUD Ijen untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pasien.

Kepala BNPB sedang mengecek kesiapan RSUD Ijen untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pasien.

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Ganip Varsito memeriksa kesiapan rumah sakit lapangan di Ijen Boulevard Kota Malang untuk mengantisipasi lonjakan kasus terkonfirmasi COVID-19.

Ganip memastikan seluruh fasilitas dan tenaga, termasuk tenaga medis, dokter, perawat dan perbekalan kesehatan, siap dan memadai jika terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi COVID-19 di wilayah Malang Raya.

“Semuanya saya cek di sini, saya pastikan tenaga kesehatan dan dokter dan perawat dan relawan ada di sana. Juga peralatan dan obat-obatan, semuanya sudah siap,” kata Ganip di Malang, Jawa Timur, Jumat.

Ganip menjelaskan, berdasarkan laporan dari rumah sakit lapangan di Ijen Boulevard, tingkat hunian tempat tidur masih cukup rendah. Sehingga jika terjadi lonjakan jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19, pihak rumah sakit siap menanganinya.

Rumah Sakit Lapangan Ijen Boulevard mencatat 307 tempat tidur untuk pasien terkonfirmasi positif COIVD-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala. Hingga 11 Juni 2021, dari total kapasitas tersebut, 70 tempat tidur telah terisi pasien COVID-19.

Namun, lanjut Ganip, pihaknya tidak mengharapkan konfirmasi positif meningkat, terutama di wilayah Malang Raya. Semua pihak telah menyiapkan berbagai upaya untuk memerangi penyebaran virus corona.

“Kondisi yang dirawat agak rendah. Jadi mungkin antisipasi lonjakan terjadi. Namun, kami tidak mengharapkan ini terjadi, ”kata Ganip.

Ganip menambahkan, BNPB sebagai satgas penanggulangan COVID-19 bersama pemerintah provinsi dan seluruh pemangku kepentingan telah melakukan berbagai upaya pengendalian penyebaran virus corona.

Beberapa upaya telah dilakukan, di antaranya membantu mengoptimalkan pengelolaan lapangan dalam memerangi COVID-19. Penguatan juga dilakukan dari segi tenaga medis, obat-obatan, termasuk penguatan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tingkat mikro.

Ganip mengimbau dan mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Apalagi memakai masker saat berolahraga di luar rumah. Selain itu, jaga jarak, cuci tangan, hindari keramaian, dan kurangi mobilitas.

Ia melanjutkan, dengan menaikkan tingkat pendidikan terkait protokol kesehatan, pihaknya akan mengoptimalkan kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan seperti tokoh agama dan masyarakat.

“Ini yang terpenting bagi kami untuk bisa menjaga diri. Kalau kita bangun, orang lain juga bangun, akhirnya semua selamat,” kata Ganip.

Ganip juga meminta masyarakat untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 dari pemerintah tanpa ragu-ragu. Karena vaksinasi bertujuan untuk menciptakan kekebalan kelompok terhadap virus corona.

“Kalau ada program vaksinasi, jangan ragu untuk divaksinasi. Karena vaksin ini diperlukan untuk perlindungan kita, untuk menciptakan kekebalan kelompok,” kata Ganip.

Hingga saat ini, Kota Malang memiliki total 6.777 kasus terkonfirmasi positif COVID-19. Dari jumlah tersebut, dilaporkan 6109 orang sembuh, 633 orang meninggal dunia, dan sisanya dirawat.

Artikel sebelumyaTingkat hunian isolator di Bandung meningkat menjadi 81 persen.
Artikel berikutnyaPengenalan vaksinasi di salon Lebak mengoptimalkan penerimaan dan pengiriman