Beranda News Kepala BPIP ajak ilmuwan bantu pemerintah lawan COVID-19

Kepala BPIP ajak ilmuwan bantu pemerintah lawan COVID-19

Di sinilah kita, sebagai ilmuwan, harus meningkatkan pemahaman kita tentang COVID-19.

Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Vahyudi mengajak para ilmuwan untuk membantu pemerintah Indonesia dalam memerangi pandemi COVID-19.

“Disini kita memiliki peran kiai untuk meningkatkan pemahaman tentang COVID-19,” kata Yudyan dalam seminar nasional bertajuk Penguatan Nilai Panchashil bagi Dai Nahdlatul Ulam akan dilakukan secara online pada hari Kamis.

Pemahaman yang harus diperjelas para ilmuwan terkait dengan dialog beberapa pemuka agama yang menentang COVID-19 dan menyatakan virus corona tidak ada. Menurut Judian, dialog-dialog tersebut justru membahayakan masyarakat dan bisa menimbulkan korban yang lebih banyak.

“Jangan pernah dengan keras kepala percaya bahwa ada COVID karena Anda tidak dapat melihatnya. Pada akhirnya yang menjadi korban adalah umat Islam dan Indonesia secara keseluruhan,” kata Yudian.

Ia berharap para ilmuwan dapat membawa kesadaran kepada masyarakat tentang COVID-19 menggunakan ‘Guyub Rukun‘. Ingatlah’Ramah“Penggunaan Yudiana”sihir‘Dalam artian meski virus corona tidak bisa dilihat secara langsung, keberadaannya harus diakui.

“Tidak harus terlihat, dan hanya karena tidak terlihat bukan berarti tidak ada,” jelasnya.

Masyarakat umum, lanjut Yudyan, perlu mendapat gambaran tentang keberadaan virus corona dan tingkat bahaya alamnya. Dalam paparannya, Yudian juga menyebutkan bahwa mendiang tenaga medis dan ilmuwan merupakan bukti adanya virus corona.

Selain itu, setelah memahami bahaya virus corona, Yudian menyampaikan harapannya agar para ulama mengambil langkah mengedukasi masyarakat berdasarkan prinsip “bersama‘.

Kepala BPIP menegaskan bahwa dalam memenuhi prinsip dasar Rukuna, masyarakat harus menundukkan ego pada keadilan dan netral dalam pelaksanaan keputusan bersama. Ketetapan-ketetapan yang ditetapkan oleh pemerintah merupakan bentuk keputusan bersama yang dimaksud oleh Judian.

“Pilar kami (implementasi, red.) adalah apa yang telah diputuskan oleh pemerintah sebagai langkah preventif atau kuratif jika mereka terinfeksi virus,” jelasnya.

Ia meyakini masyarakat yang tidak berperilaku atau menggunakan alat pelindung diri sesuai anjuran pemerintah kemungkinan besar akan rugi dari virus corona. Oleh karena itu, diharapkan melalui para ulama mampu mendorong masyarakat untuk lebih disiplin dan memahami bahaya COVID-19.

“Kuncinya adalah mengendalikan diri, dan dari sini kita memiliki peran ulama (mendidik, red.),” kata Yudyan juga.

Artikel sebelumyaJumlah pasien rawat inap di Wisma Atlet RCDC per hari berkurang 18 orang.
Artikel berikutnyaPKC Memanggil Tujuh Saksi dalam Kasus Pajak