Beranda News Ketua Republik Rakyat Mongolia meminta untuk tidak takut menabung di bank

Ketua Republik Rakyat Mongolia meminta untuk tidak takut menabung di bank

Jakarta (ANTARA) – Ketua MPR RI Bambang Soesatio (Bamsoet), masyarakat tidak perlu khawatir menyimpan uangnya di bank konvensional atau bank syariah yang beroperasi di seluruh Indonesia.

“Maksimum simpanan yang dijamin LPS adalah Rp 2 miliar per nasabah pada satu bank sejak 13 Oktober 2008. Jika nasabah memiliki beberapa rekening tabungan dengan bank yang sama, maka semua saldo rekening ditambahkan untuk menghitung simpanan yang dijaminkan,” kata Bamshoth dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Hal itu juga disampaikan Bamset saat ditemui Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbay Yudhi Sadev.

Bamsoet menjelaskan, LPS menjamin simpanan nasabah dalam bentuk tabungan, deposito, giro, sertifikat deposito, giro, tabungan wadi, tabungan mudharabah, dan deposito mudharabah.

“Dengan begitu, masyarakat tidak perlu khawatir menabung di bank. Selain untuk menjamin keamanan, simpanan masyarakat di perbankan juga dapat dimanfaatkan oleh perbankan untuk membiayai berbagai proyek pembangunan nasional yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” jelas Bamsut.

Bamset menjelaskan hingga Juli 2021 LPS mencatatkan peningkatan jumlah rekening simpanan nasabah mencapai 12,6 persen atau 40.251.228 rekening dibandingkan periode yang sama tahun lalu (y/y) menjadi 359.949.911 rekening. Data ini berdasarkan sebaran simpanan per Juli 2021 di 107 bank umum, termasuk 95 bank umum biasa dan 12 bank umum syariah.

Secara nominal, kata Bamsut, simpanan nasabah meningkat sekitar Rs 650 triliun, naik sekitar Rs 10,18 persen YoY, dari Rs 6.388 triliun per Juli 2020 menjadi Rs 7.038 triliun per Juli 2021. pertumbuhan simpanan nasabah secara tahunan terpantau cukup merata. Per Juli 2021, semua tingkat simpanan menunjukkan pertumbuhan positif. Peningkatan terbesar terjadi pada tingkat dengan saldo rekening lebih dari Rs 5 miliar. Hal ini membuktikan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional.

Bamset juga mendukung kebijakan LPS untuk menurunkan suku bunga penjaminan BPR dan BPR sebesar 50 basis poin untuk rupiah dan 25 basis poin untuk simpanan valas pada bank umum. Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan tren penurunan suku bunga pasar, kondisi makroekonomi dan SJK yang terkendali, serta prospek likuiditas perbankan yang stabil dan bebas.

“Kebijakan ini sangat membantu pemerintah dan masyarakat dalam membangun kembali perekonomian akibat dampak pandemi COVID-19,” kata Bamset.

Artikel sebelumyaAnak mulai PTM, Adelia Pasha rajin mengingatkan proke
Artikel berikutnyaNasDem berjuang untuk Xiahon Holil untuk gelar pahlawan nasional