Beranda Nusantara KLHK melacak penebang di Bukit Rimbang-Bukit Baling

KLHK melacak penebang di Bukit Rimbang-Bukit Baling

Jakarta (ANTARA) – Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan pemantauan terhadap para penebang di Cagar Alam Bukit Rimbang dan Bukit Baling, Desa Pangkalan Indarung, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

Berdasarkan siaran pers KLHK yang diterima Sabtu di Jakarta, kelompok KLHK, Balai Konservasi Riau dan TNI menangkap dua penebang di Suaka Margasatwa Bukit Rimbang dan Bukit Baling serta barang bukti 15 batang kayu dan buldoser pada Sabtu, Kamis (6.10 WIB). .

Penjahat RB (41) ditangkap saat mengendarai buldoser dengan bantuan RB (23) untuk membuka jalan. Buldoser juga digunakan untuk mengangkut kayu dengan sling kawat.

Kedua pelaku saat ini ditahan di Divisi Regional II Pusat Penegakan Hukum KLHK Wilayah Sumatera.

“Operasi ini sebagai upaya penyelamatan habitat harimau sumatera di SM Bukit Rimbang Bukit Baling, salah satu cagar alam di Provinsi Riau,” kata Direktur Perlindungan dan Pengamanan Hutan Ditjen Penegakan Hukum KLHK Sustyo. iriono.

Sousteo mengatakan penggunaan alat berat untuk mengangkut kayu gelondongan yang ditebang menunjukkan aktivitas tersebut memiliki investor.

“Saat ini penyelidikan sedang mencari siapa investornya,” katanya.

Ratio Ridho Sani, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengatakan pelaku pencurian kayu, termasuk pemodal, telah diuntungkan dengan perusakan kawasan lindung dan membahayakan kehidupan manusia, sehingga tindakan tegas harus diambil.

“Mereka harus dihukum berat agar jera. Kami tidak akan berhenti mengambil tindakan terhadap mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan terhadap sumber daya alam, ”kata Ratio.

Mereka yang bertanggung jawab atas penebangan liar pohon dapat dituntut sesuai dengan ayat 1 Pasal 83 Huruf a Joe. Ayat 1 Pasal 85 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Deforestasi J. Pasal 55 Ayat 11 KUHP.

Mereka terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar jika terbukti melakukan tindak pidana.

Artikel sebelumyaWarga Minahasa menyelamatkan penyu belimbing raksasa
Artikel berikutnyaPertamina Cilacap Lacak Dampak Asap Kebakaran Terhadap Masyarakat