Beranda Nusantara KLHK mengatakan masyarakat harus mengelola sampah secara berkelanjutan

KLHK mengatakan masyarakat harus mengelola sampah secara berkelanjutan

Jika tidak dapat didaur ulang dengan aman, sebaiknya kita mencari perusahaan yang dapat mendaur ulangnya.

Sukabumi, Jawa Barat (ANTARA) – Chichilia Sulastri, Kepala Pusat Pengembangan Pembangkitan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Ingushetia (KLHK), mengatakan masyarakat harus mengelola sampah dengan baik melalui pendidikan, pendampingan, pelatihan dan pemberdayaan.

“Kami mengedukasi masyarakat. Kemudian, setelah pelatihan, kami memberikan bantuan. Kemudian kita membangun dan memberdayakan kader,” kata Sisilia kepada wartawan di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa.

Adanya bank sampah bisa menjadi sarana mengedukasi masyarakat agar siap mengelola sampah, baik organik maupun anorganik, secara mandiri, kata Sisilia.

Menurutnya, berkat adanya bank sampah, masyarakat harus memahami bahwa sampah dapat didaur ulang menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomis.

Soal sampah non-organik, misalnya, Sisilia mengatakan bisa didaur ulang menjadi ecobrick kemudian berubah menjadi berbagai produk furniture yang memiliki penjualan namun tetap memperhatikan keamanan.

“Tapi kalau tidak bisa didaur ulang dengan aman, lebih baik kita cari perusahaan yang bisa mendaur ulangnya,” tambah Cecilia.

Sedangkan untuk sampah organik, lanjutnya, dapat diolah menjadi pupuk dan produk lain seperti larva yaitu larva BSF (black fly) yang mampu menguraikan sampah organik.

“Belatung, jika dikeringkan, harganya lebih mahal daripada belatung basah. Belatung kering harganya 80 ribu rupiah per kilogram, kalau yang basah harganya 6 ribu rupiah. Kemudian bekas maggot juga bisa diubah menjadi singkong untuk pakan ternak. kata Cicilia.

Setelah dididik, lanjut Sisilia, masyarakat juga perlu dibantu untuk memastikan mampu mengelola sampah secara berkelanjutan.

“Kami pasti akan membantu. Nantinya, kita bisa bekerja sama dengan dinas lingkungan setempat untuk membantu masyarakat mengelola sampah ini. Apa masalahnya, lalu solusinya,” kata Cicilia.

Adapun pembentukan dan penguatan personel, menurut Sisilia, sangat diperlukan, karena di lingkungan masyarakat tentunya dibutuhkan orang-orang yang bisa menjadi pionir untuk menggerakan masyarakat di sekitarnya.

Selain itu, menurut Sicilia, juga penting untuk mengadakan berbagai acara, seperti kompetisi dan penghargaan, guna meningkatkan motivasi masyarakat dalam menangani sampah.

“Jadi ada banyak cara kita Tidak (mungkin) menjadi gila untuk membuat orang ingin mengelola sampah mereka. Mereka pasti suka kalau diberi penghargaan, kontes. Jadi perlu didorong seperti ini,” kata Sisilia.

Artikel sebelumyaPangdam Senderawasih meninjau pembangunan Kodima persiapan di Kenya.
Artikel berikutnyaVino G Bastian sedang belajar bagaimana menangani film terbaru