Beranda Hukum KLHK menyebutkan kewajibannya kepada peserta penambangan liar

KLHK menyebutkan kewajibannya kepada peserta penambangan liar

Kendari (ANTARA) – Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rasio Rido Sani menyatakan pentingnya mengambil tindakan tegas terhadap pelaku penambangan liar sesuai dengan ketentuan undang-undang.

“Setiap orang yang terlibat dalam kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan, tentu kita harus bertindak, karena kita bersama-sama dengan kejaksaan, kepolisian, serta instansi pemerintah lainnya,” katanya di sela-sela penyerahan tersangka dan barang bukti. kasus penambangan liar ke Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara, Kendari, Kamis (3 Oktober).

Menurutnya, penambang liar tidak hanya merusak lingkungan dan hutan, tetapi juga dapat merusak negara bahkan menimbulkan bencana lingkungan.

“Negara yang kehilangan pendapatan juga dapat menyebabkan bencana lingkungan yang dapat membahayakan kehidupan masyarakat,” katanya.

Oleh karena itu, tegasnya, siapa pun yang melakukan kejahatan terhadap lingkungan dan kehutanan harus dihukum seberat-beratnya.

“Semua orang sama di depan hukum, jadi kami akan mengambil penegakan hukum dengan serius,” katanya.

Ia mengklarifikasi instruksi untuk menindak tegas para pelaku kejahatan lingkungan dan kehutanan, sesuai perintah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbay, agar bisa memberikan efek jera.

Hingga saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mengajukan 1.203 kasus kejahatan lingkungan dan kehutanan ke pengadilan, dan melakukan 1.783 operasi untuk memulihkan keamanan hutan dan kawasan konservasi alam.

“Kami tidak akan berhenti mengambil tindakan terhadap kejahatan lingkungan dan hutan karena kami telah diperintahkan untuk melakukan tindakan ini atas kewajiban pemerintah,” kata Ratio.

Artikel sebelumyaKakorlantas meminta masyarakat untuk mengecek kendaraannya jelang Operasi Ketupat 2022.
Artikel berikutnyaStaf Khusus Menkominfo Tekankan EWS Sebagai Salah Satu Keunggulan TV Digital