Beranda Nusantara KLHK: Perhutanan sosial adalah masa depan kehutanan di Indonesia

KLHK: Perhutanan sosial adalah masa depan kehutanan di Indonesia

Karena perhutanan sosial sebenarnya terjadi setelah akses hukum diberikan kepada masyarakat, sebenarnya ada peluang bagi banyak pihak.

Jakarta (ANTARA) – Sekjen Direktorat Jenderal (Sesditjen) Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Erna Rosdiana menyatakan perhutanan sosial merupakan masa depan kehutanan di Indonesia.

“Dan Indonesia secara keseluruhan dengan skema ini membuka peluang partisipasi masyarakat di setiap lapisan,” katanya dalam dialog sebagai bagian dari festival kopi Pesona Agroforestri di Jakarta, Selasa.

“Ke depan, perhutanan sosial memang masa depan kehutanan, masa depan Indonesia bukan hanya sektor kehutanan. Karena perhutanan sosial sebenarnya terjadi setelah akses hukum diberikan kepada masyarakat, sebenarnya ada peluang bagi banyak pihak,” tambahnya. .

Dijelaskannya, peluang bisa diwujudkan tidak hanya oleh masyarakat lokal yang bekerja di level atas, seperti petani, tetapi juga di level berikutnya, seperti mengolah produk dan membuka akses ekspor.

Pada berbagai tingkatan tersebut, pemangku kepentingan nonkehutanan dapat berpartisipasi dalam rangka pemberdayaan masyarakat, peningkatan kesejahteraan dan kesempatan kerja, ujarnya.

“Di sinilah kita sangat berharap peluang atau tantangan yang kita hadapi ini dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, dan sejahtera,” ujarnya.

Menurut dia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah melakukan beberapa langkah untuk mendorong lebih terbukanya akses masyarakat, salah satunya adalah penggunaan goKUPS, sistem informasi sosial kehutanan online terintegrasi untuk registrasi, database, monitoring dan evaluasi program. .

Per 1 Januari 2022, Erna Rosdiana melaporkan, perhutanan sosial telah mencapai 4,9 juta hektar dengan rencana 12,7 juta hektar, 7.477 keputusan telah diterbitkan.

Terkait pencapaian perhutanan sosial, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, mengimbau agar tujuan perhutanan sosial dapat lebih diupayakan.

“Saat ini, ini harus terjadi secara nyata hingga tahun-tahun berikutnya, sehingga perlu lebih banyak upaya untuk memastikan bahwa area yang dicapai mendekati tujuan pengelolaan hutan ideal yang telah ditetapkan,” katanya membuka Pesona Coffee. Festival Agroforestri.

Artikel sebelumyaNurul Arifin: Sebelum kematiannya, Maura berusaha menerbitkan buku
Artikel berikutnyaAwal Carno dan Vidyawati datang ke rumah duka Maura.