Beranda Nusantara Kualitas udara Yogyakarta membaik

Kualitas udara Yogyakarta membaik

Yogyakarta (ANTARA) – Terbatasnya mobilitas penduduk selama pemberlakuan Pembatasan Darurat Kegiatan Masyarakat (PPKM) efektif 3 Juli 2021 turut meningkatkan kualitas udara di Kota Yogyakarta, menurut Kepala Laboratorium Lingkungan Hidup Daerah. Layanan.

“Ada alasan kuat untuk meyakini bahwa penurunan konsentrasi CO ini disebabkan oleh tingkat mobilitas penduduk yang juga menurun selama pelaksanaan PPKM Darurat,” kata Sutomo, kepala departemen pelaksana teknis Laboratorium Lingkungan Hidup. Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta (DLH). di Yogyakarta, Rabu.

Menurut Laboratorium Lingkungan DLH di Yogyakarta, konsentrasi karbon monoksida (CO) di Yogyakarta menurun 40 persen antara 1 dan 13 Juli. Indikator pencemaran udara lainnya seperti sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), ozon (O3), partikulat (PM2.5 dan PM10) juga mengalami penurunan.

Sejak awal Juli 2021, tidak ada hari dengan kualitas udara buruk di Yogyakarta. Sejak awal Juli, telah ditentukan bahwa kondisi udara di daerah tersebut tidak berdampak buruk bagi manusia, hewan, dan tumbuhan.

Selama bulan Juni, Kota Yogyakarta masih memiliki 10 persen hari dengan kualitas udara tingkat sedang, dan kualitas udara masih dapat diterima untuk kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan.

Sutomo mengatakan, warga Yogyakarta dapat memantau kualitas udara kota melalui aplikasi ISPUNET yang dapat diunduh dari Playstore.

“Aplikasi itu adalah aplikasi dari kementerian default, ISPUNET akan memiliki akses (data) ke stasiun pemantauan udara terdekat, ”katanya seraya menambahkan bahwa stasiun pemantauan kualitas udara (Sistem pemantauan kualitas udara/ AQMS) secara otomatis akan terhubung ke AQMS di kota Yogyakarta.

Rabu pukul 12 siang WIB, aplikasi ISPUNET menunjukkan kualitas udara di kota Yogyakarta baik dengan konsentrasi PM2.5 35.

Menurut Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, mobilitas penduduk turun 57 persen akibat pemblokiran sejumlah ruas jalan sepanjang waktu dan pemeriksaan dokumen bagi pemudik dari luar daerah selama PPKM.

Artikel sebelumyaBanjir hantam Kapuas Hulu – Kalimantan Barat, jalan nasional ditutup
Artikel berikutnyaYayasan Komiu Sulawesi Tengah mengatakan penyu hutan di Sulawesi terancam punah