Beranda Nusantara Kurangi kekenyalan, daging kurban di Jember Jatim dibagi daun jati

Kurangi kekenyalan, daging kurban di Jember Jatim dibagi daun jati

Penggunaan daun jati untuk mengemas daging hewan kurban ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan kantong plastik yang dapat merusak lingkungan.

Jember, Jawa Timur (ANTARA) – Masjid At-Taqwa yang terletak di Kompleks Perumahan Graha Chitra Mas, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyalurkan daging hewan kurban menggunakan daun jati dan keranjang bambu untuk mengurangi sampah plastik saat Idul Adha 1442. AH. …

“Penggunaan daun jati untuk membungkus daging hewan kurban sangat ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan kantong plastik yang dapat merusak lingkungan,” kata Ketua Masjid At-Takwa Hotibul Umam Jember, Selasa.

Di sekitar masjid banyak tumbuh jati, katanya, sehingga panitia kurban dan masyarakat memanfaatkannya untuk membungkus daging hewan kurban, baik sapi maupun kambing.

“Dengan menggunakan daun jati, kami berusaha melestarikan tradisi masyarakat sebelumnya, dan daging kurban yang dibungkus daun jati lebih awet hingga diturunkan kepada para korban kurban,” ujarnya.

Ia melanjutkan, dengan menggunakan daun jati dan jerawat untuk mendistribusikan hewan kurban, panitia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengurangi jumlah sampah plastik yang sulit terurai.

Khotibul Umam menjelaskan, jumlah hewan kurban yang disembelih di Masjid At-Taqwa adalah empat ekor sapi dan 14 ekor kambing yang akan dibagikan kepada yang berhak menerimanya, baik di lingkungan perumahan maupun di sekitarnya.

Sementara itu, Ketua RW 21 Sapto mengatakan penggunaan daun jati dan besek untuk membungkus daging hewan kurban di Masjid At-Taqwa Perumahan Graha Citra Mas merupakan yang pertama menggunakan kantong plastik.

“Insya Allah tradisi penggunaan daun jati dan jerawat untuk membungkus daging kurban akan tetap terjaga untuk menjaga lingkungan dan mengurangi sampah plastik di Kabupaten Jember,” ujarnya.

Di sekitar masjid banyak tumbuh kayu jati, katanya, sehingga sayang jika tidak digunakan untuk membungkus daging hewan kurban sejalan dengan himbauan pemerintah untuk mengurangi sampah plastik selama Idul Adha 2021. hari libur.

“Masyarakat juga peduli lingkungan untuk mengurangi sampah plastik, minimal di sekitar lingkungan RW 21, dan menggunakan daun jati untuk membungkus daging hewan kurban sangat ramah lingkungan,” ujarnya.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendesak Panitia Pembagian Daging Kurban untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai karena dapat merusak lingkungan dan membuat plastik semakin sulit terurai.

Selain itu, kantong plastik daur ulang mengandung karsinogen dan bahan kimia lainnya yang dapat berdampak negatif bagi kesehatan masyarakat.

Beberapa alternatif wadah yang dapat digunakan masyarakat untuk mengemas daging dari hewan kurban antara lain daun pisang, daun jati, beech atau anyaman bambu, paper food bag, dan tempat makan yang dapat digunakan kembali.

Artikel sebelumyaZaskia dan Hanung rayakan Idul Adha empat kali di rumah
Artikel berikutnyaRia Richis sebagai kurban 1 ton sapi