Beranda News LPSK mendonasikan Rs 7,4 miliar sebagai dana kompensasi kepada korban terorisme masa...

LPSK mendonasikan Rs 7,4 miliar sebagai dana kompensasi kepada korban terorisme masa lalu.

Jakarta (ANTARA) – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) kembali memberikan santunan senilai Rp 7,4 miliar kepada 46 korban terorisme masa lalu yang tinggal di wilayah DKI Jakarta.

“46 korban yang mendapatkan santunan tersebut merupakan bagian dari 357 korban terorisme masa lalu yang telah diidentifikasi oleh LPSK dan BNPT,” kata Wakil Ketua LPSK Ahmadi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Semua penerima ganti rugi tersebut dinyatakan berhak menerima ganti rugi dari negara. Penerimanya adalah korban langsung dan ahli waris dari almarhum, antara lain sembilan ahli waris dari almarhum, 11 orang luka berat, 23 orang luka sedang, dan tiga orang luka ringan.

Penerima telah menjadi korban serangan teroris dengan beberapa kejadian antara lain Bom Bali I, Bom Bali II, Insiden Kedutaan Australia, Insiden Gebang Reggio Poso, Bom Kampung Melayu, Bom JW Marriot, Serangan Senjata Tajam di Masjid Falatekhan, Ledakan M .Kh. Tamrin dan sejumlah serangan teroris lainnya.

Dikatakannya, sebanyak 357 korban jiwa terjadi akibat dari 57 serangan teroris masa lalu yang tersebar di 19 provinsi di Indonesia, termasuk WNA dan WNI yang tinggal di AS, Jerman, Australia, Kanada, dan Belanda.

Total santunan yang dibayarkan kepada 355 korban terorisme masa lalu adalah sebesar Rp 59.220.000.000. Sedangkan dua orang lagi yang mendapat ganti rugi akan segera diselesaikan.

Penyerahan ganti rugi tersebut merupakan implementasi dari UU No.5/2018 dan PP No.35/2020. Sejak lahirnya undang-undang tersebut, negara bertanggung jawab atas semua korban terorisme.

“Salah satu ciri dari undang-undang ini adalah munculnya terobosan hukum yang membuka peluang bagi korban terorisme masa lalu untuk mendapatkan ganti rugi tanpa melalui pengadilan,” jelas Achmadi.

Artikel sebelumyafilm pendek "Rumah" Rekam lama waktu sebagai pekerja migran di Taiwan
Artikel berikutnyaBKSDA Aceh Siapkan Taser Tangkap Harimau Serang Warga