Beranda Hukum LPSK Serukan Penuntutan Pengacara di Kalsel Dilanjutkan

LPSK Serukan Penuntutan Pengacara di Kalsel Dilanjutkan

LPS berkomitmen untuk melindungi saksi yang mengetahui atau secara pribadi menyaksikan pelecehan terhadap pengacara.

Jakarta (ANTARA) – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendesak polisi melanjutkan persidangan untuk mengadili Jarkani, pengacara di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, dan menghukum mereka yang bertanggung jawab sesuai aturan yang berlaku.

“Saya berharap polisi dapat mengusut tuntas dan transparan atas tindak kekerasan yang menimpa pengacara tersebut,” kata Wakil Ketua LPSK Ahmadi, berdasarkan keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Setelah menjalani perawatan selama 13 hari, korban yang merupakan kuasa hukum perusahaan tambang PT Anzawara Satria dalam kasus Izin Pengambilan Mineral (IUP) Tanah Bumbu, dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Siputra, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (3/ sebelas ).

Dia ditikam dalam serangan brutal oleh orang tak dikenal di lokasi penambangan dekat Desa Bunati, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, pada Jumat (22 Oktober).

Keesokan harinya, tim gabungan Polres Kalsel berhasil menangkap dua pelaku kekerasan tersebut. Mereka diketahui dalam keadaan mabuk saat kejadian.

Ahmadi juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum sehubungan dengan kejadian tersebut.

Dia menyatakan penyesalan atas tindakan brutal yang dilakukan para pelaku terhadap korban.

LPSK, lanjut Ahmadi, juga bersedia memberikan perlindungan kepada saksi yang mengetahui atau melihat secara langsung penganiayaan brutal tersebut.

Ia mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan Polda Kalsel untuk mendapatkan berbagai informasi terkait kejadian tersebut.

Menurut Ahmadi, LPSK sangat memperhatikan kejadian ini. Mereka mengirim tim untuk menyelidiki dan memperdalam masalah.

“Pada akhir Oktober, kami mengirim tim untuk menyelidiki insiden ini. Kami sepakat dengan penyidik, bertemu dengan kerabat dan menjenguk korban yang masih dirawat intensif di rumah sakit, sehingga tidak mungkin dilakukan pengkajian mendalam terhadap korban,” pungkas Ahmadi.

Artikel sebelumyaAnggota DPR: Diperlukan Perlawanan "pasukan siber"
Artikel berikutnyaBunga bangkai setinggi empat meter tumbuh di kebun warga Agam.