Beranda Warganet Lukhut menaikkan target vaksinasi di Bogor menjadi 100 ribu per hari

Lukhut menaikkan target vaksinasi di Bogor menjadi 100 ribu per hari

Target vaksinasi – 4,2 juta orang, dan hanya 900 ribu yang divaksinasi.

Sibinong, Bogor (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaytan menaikkan target vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Bogor Jawa Barat menjadi 100.000 per hari.

“Jumlah vaksin, mulai minggu depan, orang yang divaksin harus 100 ribu per hari, jadi ini kerja keras Bu Ade (Bupati Bogor), tidak ada masalah dari pihak Menteri Kesehatan,” kata Lukhut, mempertimbangkan vaksinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadykin di Stadion Pakansari, Chibinong, Bogor, Sabtu.

Hal ini bertujuan agar Kabupaten Bogor yang merupakan bagian dari wilayah metropolitan dapat mencapai target vaksinasi 70 persen pada September 2021.

“Saya kira kerja keras mereka bagus, saya serahkan saja ke Bu Ade dan Menkes yang kebetulan juga dari Bogor, karena target jumlah vaksin 4,2 juta dan baru 900 ribu yang sudah divaksin,” kata Lukhut.

Kabupaten Bogor menargetkan untuk memvaksinasi 70 persen dari populasi, dengan 4,2 juta orang, atau setara dengan komitmen 8,5 juta dosis vaksin.

Bupati Bogor Ade Yasin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu percepatan vaksinasi di daerahnya. Sejauh ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor baru memberikan 930.763 dosis vaksin atau 11,01 persen dari target.

“Pemerintah daerah tidak bisa menyelenggarakan sendiri tanpa bantuan semua departemen, termasuk kementerian, TNI dan Polri,” kata Ade Yasin.

Hingga akhir Juli 2021, pihaknya berencana memvaksinasi hingga 8.575 dosis target setiap minggu untuk mempercepat herd immunity di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor.

“Mulai Agustus, kami akan menambahkan target untuk setiap subarea per minggu hingga 8.575 dosis vaksin,” katanya.

Artikel sebelumyaIDAI: Jumlah kasus COVID-19 pada anak di Aceh terus meningkat
Artikel berikutnyaAri Dwipayana percaya bahwa semangat persatuan Indonesia dapat mengatasi krisis