Beranda News Mahasiswa IAIN Tutup Pintu Administrasi Pada Persyaratan Pemotongan UKT

Mahasiswa IAIN Tutup Pintu Administrasi Pada Persyaratan Pemotongan UKT

Semuanya terkena dampak pandemi, jadi kami berharap pemerintah peka terhadap siswa.

Kudus (ANTARA) – Puluhan mahasiswa IAIN Kudus, Jawa Tengah yang tergabung dalam aliansi mahasiswa menyegel pintu rektorat sebagai bentuk kekesalan atas mahalnya biaya kuliah satu kali (UKT) yang dinilai tidak berdasar selama ini. Pandemi covid19.

Demonstrasi berlangsung pada Senin di depan Rektorat IAIN Kudus dengan spanduk berisi berbagai prasasti menuntut pemerintah untuk mengurangi biaya UKT.

Menurut Presiden BEM IAIN Kudus Muhammad Horiul Annas, kenaikan UKT di masa pandemi menunjukkan tidak adanya kepekaan terhadap kondisi saat ini yang sulit merambat.

Meski pihak kampus memberikan keringanan 15 persen untuk UKT, kata dia, surat edaran itu datang tiba-tiba dan waktunya juga terbatas karena dimulai pada Jumat sore (7 September) dan Sabtu serta Minggu adalah hari libur. Hari terakhir pembayaran adalah hari ini (12/7), jadi tidak masuk akal.

Dalam aksinya, mereka mengajukan enam syarat, yakni transparansi UKT bagi mahasiswa 2018-2021, Surat Edaran Mempertanyakan #2795/IN.37/R3/07.2021 tentang pengajuan permohonan pembebasan atau perpanjangan pembayaran UKT bagi mahasiswa 2021/ Tahun ajaran 2022, dengan persyaratan UKT diskon 25% tanpa syarat dan cicilan dengan skema pembayaran tiga kali lipat.

Mahasiswa juga menuntut pengurangan UKT bagi mahasiswa semester 9-14, transparansi anggaran lintas bidang dan sektor, serta perbaikan sistem akademik/pengajaran bagi mahasiswa.

“Kami pastikan semua terkena dampak pandemi, jadi kami berharap pemerintah memperhatikan siswa. Diskon 25% UKT menurut kami wajar,” ujarnya.

Dari hasil audiensi dengan pemerintah, beberapa persyaratan akhirnya dipenuhi, misalnya diskon UKT kini diperpanjang hingga 25 Juli 2021. Namun, tahun ini diskonnya hanya 15 persen, dan tahun depan 20 persen.

“Sistem pendidikan juga akan diapresiasi karena aplikasi awal dari kampus dan fakta bahwa pendidik menggunakan aplikasi Zoom Meet dan Google Meet. Ini yang perlu diterapkan,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Kudus Mundzakir menanggapi tuntutan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa dalam bentuk perbaikan.

Ditegaskan pula bahwa pandemi COVID-19 juga berdampak pada semua sektor, terutama perguruan tinggi, salah satunya IAIN Kudus.

Ada tiga hal, kata para mahasiswa, dimulai dengan perpanjangan keringanan UKT, diskon 15 persen tahun ini, dan diskon 20 persen tahun depan. Kuliah juga akan terus berlanjut.

“Kami memahami bahwa ini adalah transisi dari model offline Menjadi on line atau daring. Kami sadar akan kendala yang kami hadapi, harus kita atasi bersama-sama,” ujarnya.

Artikel sebelumyaTim BKSDA menemukan racun di bangkai gajah yang dipenggal kepalanya di Aceh
Artikel berikutnyaYayasan dan masyarakat bahu membahu menghijaukan Pegunungan Meratus.